Tampilkan postingan dengan label Dream Theater. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream Theater. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2020

Dream Theater - Uncovered 2003-2005

 Dream Theater dikenal sebagai band yang sangat suka mengcover lagu band lain saat konser atau saat soundcheck jelang konser mereka. Mereka band pembaharu music progressive dengan menyelipkan root metal didalam musicnya. Musisi yang berasal dari sekolah music ini memang sangat piawai dalam memainkan instrument music yang dikuasainya.
Dream Theater melalui label mereka YTSEJAM sering merilis official bootleg berisikan cover lagu band yang dikaguminya, tercatat 4 full album pernah di cover secara live dan dirilis melalui sebagai official bootleg melalui label YTSEJAM, yaitu album Live Deep Purple Made in Japan, Album Pink Floyd The Dark Side of the Moon, Album iron Maiden The Number of the Beast serta album Metallica Master of Puppets.

Disamping itu beberapa cover juga muncul baik sebagai bonus disc official release maupun official bootleg. Salah satu nya adalah Official Bootleg berjudul Uncovered 2003-2005 yang dirilis pada tahun 2009.

Album ini merupakan kumpulan cover berbagai band yang di rekam saat sesi soundcheck jelang konser hingga dalam pertunjukan Live sendiri saat Dream Theater memiliki formasi super  Mike Portnoy  (Drums & Vocals), John Petrucci (Guitar, Vocals), Jordan Rudess (Keyboards), John Myung (Bass) serta James LaBrie (Vocals).
Art Cover album berupa 9 icon album dari band yang mereka cover
Album ini juga diramaikan oleh nama besar di music seperti Russel Allen (Symphony X), Dave Mustaine (Megadeth), Geoff Tate  (Queensrhyce), terdiri dari 10 lagu dengan Tracklist
1.  Death on two legs   (Queen, Soundcheck Copenhagen 1/20/04)  
2.  Heart of the sunrise   (Yes, Soundcheck, Berlin 2/2/04)
3.  Heaven and hell   (Black Sabbath, Soundcheck Dortmund 1/30/03)  
4.  Paradox   (Kansas, Soundcheck Kansas City 3/15/04)  
5.  Mother father   (Journey, Soundcheck San Francisco 3/5/04)  
6.  Machine messiah   (Yes, Live at Jones Beach 8/28/04)
7.  Since I've been loving you   (Led Zeppelin, Live in Chicago 7/19/03)
8.  Diary of a madman   (Ozzy Osbourne, Live in Los Angeles 7/24/03)
9.  Cemetary gates   (Pantera, Live in Grand Prairie 8/2/05 vocal tamu Russel Allen, Burton C. Bell & Dave Mustaine pada guitar )
10.  Won't get fooled again   (The Who, Live in Seattle 8/2/03 vocal tamu Geoff Tate Michael Wilton & Mike Stone pada guitar, Eddie Jackson pada bass serta Scott Rockenfield pada drums) 
 

Seperti cover lainnya, secara music Dream Theater terlihat sangat mumpuni, namun menurut saya vocal LaBrie terasa kurang nendang dibanding vocalis aslinya (utamanya saat Cemetery Gates 3 vocalis itu (Russel Allen, Burton C. Bell serta James La Brie) terdengar kurang padu dan kedodoran dibanding Phil Anselmo sendiri. Namun terlepas dari kekurangan itu album ini sangat layak untuk dikoleksi

Eksplorasi Music-A Change of Seasons?

 Pernah baca, bahwa selera music dan eksplorasi terhadap music baru seseorang akan berhenti pada saat berusia 30 tahun. Namun saya tidak setuju dengan pendapat tersebut, Kenapa?, saya baru mengenal music Progressive Metal dan Extreme Metal dan mengeksplorasinya saat saya berusia 40 tahun, setelah sebelumnya berkutat di music rock ala Stones, Queen, Rush, Purple, Pink Floyd, Genesis, Kansas Zeppelin serta Jazz Fusionnya Grusin, Ritenour, Casiopea, Chick Corea cs serta vocal indah Michael Franks, Al Jarreau. Kecemplungnya saya ke milis m-claro dan i-rock serta racun dari member milis melalui  2 album  Dream Theater A Change of Seasons dan Official Bootleg Dark Side of the Moon menjadi pemicu dan katalis nya sehingga akhirnya menyukai band band semacam Dream Theater, Opeth, Dark Tranquillity, Lemur Voice, Spastic Ink.



Kenapa bisa suka dengan A Change of Seasons?, cover Mike Portnoy, James LaBrie, John Myung , John Petrucci dan Derek Sherinian pada lagu lagu yang akrab dengan saya Perfect Strangers" (Deep Purple cover), "The Rover", Achilles Last Stand", "The Song Remains the Same (Led Zeppelin cover)" serta  "The Big Medley" yang terdiri dari "In the Flesh?" (Pink Floyd cover), "Carry On Wayward Son" Kansas cover), "Bohemian Rhapsody" (Queen cover), "Lovin', Touchin', Squeezin'" (Journey cover), "Cruise Control" (Dixie Dregs cover), "Turn It On Again (Genesis cover)" lah yang membuat langsung klik album ini.
Kaget dengan sound Dream Theater yang terasa sangat bertenaga dibandingkan sound yang selama ini singgah di telinga dan hati saya.
Bulan September EP ini memasuki ulang tahun yang ke 25, terlambat 10 tahun saya mengenalnya. Namun berkat EP ini, semakin luaslah music yang bisa saya nikmati.
Semoga Mike Portnoy balik dan diterima kembali di DT…


Minggu, 22 April 2012

Dream Theater Live in MEIS, Ancol, Jakarta


Dream Theater, ya band yang sangat dinanti kehadirannya di Indonesia, akhirnya menuntaskan hutangnya kepada penggemarnya di Indonesia....
Sempat merencanakan konser di awal 2000 an namun dengan alasan travel warning, konser itu dibatalkan meskipun tiket sudah terjual.




Sabtu 21 April 2012, sejak sore area pantai Carnaval sudah dipenuhi orang-orang yang kebanyakan ber kaos hitam bersablonkan Dream Theater.
Pukul 17.30 antrian telah mengular kearah tangga mall baru Ancol Beach City tempat Mata Elang Indoor Stadium berada, meskipun informasinya pintu baru dibuka pukul 19.00, namun karena amburadulnya penataan maka waktu buka pintupun molor cukup lama. Sungguh menyiksa calon penonton yang antri berdiri.
Untunglah beberapa space mall itu telah ada beberapa cafe/warung, saya pun memilih cangkruk gabung dengan beberapa temen di warung kopi.

Saat pintu di buka, panitia pun tampak tidak berdaya, tidak ada body checking maupun pemeriksaan barang bawaan (meskipun di pemberitahuan ada larangan membawa kamera dll), sehingga tidak ada filter lagi.
Saat lolos dari gerbang, dan naik ke lt 3, juga terjadi bottle neck pada escalator, sehingga berpotensi chaos. Untunglah penonton konser Rock di Indonesia sudah terbiasa tertib, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bangunan di Ancol Beach City sendiri belum 100% rampung, sehingga masih berantakan, ditambah dengan tidak ada pemeriksaan maka penonton dengan tiket apapun leluasa kian kemari pindah posisi (kasihan yang udah beli tiket mahal, namun gak dapet tempat duduk).
Saya sendiri masuk ke festival, dan langsung disergap dengan suasana yang sejuk mak nyes..., Kelas festival yang cukup besar pun dipadati oleh ribuan penonton.

Dibuka dengan penampilan Andy McKee, gitaris yang bermain solo akustik dengan gitar double neck yang bisa berfungsi sebagai perkusi, bas, melodi dan ritem, 

Andy McKee tampil cukup menarik, namun penonton bukan datang untuk dia, saat dia meletakkan gitar para penonton bertepuk tangan gemuruh mengira Dream Theater segera masuk, dan berubah menjadi teriakan “huuuuuuuuu” yang panjang ketika ternyata dia hanya mengganti gitar untuk memainkan lagu lainnya. hahahaha jan lucu polll

Akhir-nya sekitar 21:01 Dream Theater pun masuk, setelah didahului intro tapes dan suara sendawa yang menjadi bagian Brigdes in The Sky yang disambung dengan  "6.00".  Kelar lagu 6.00 LaBrie pun menyapa penonton "..hello Jakarta" dan dilanjutkan dengan nomor "Build me Up, Break me Down", "Surrounded" dan "The Root of all Evil".

Pertanyaan apakah drummer baru Dream Theater bisa menggantikan Portnoy pun terjawab saat Mike Mangini melakukan drum solo. Adanya drum cam di peralatan drum Mike Mangini yang serem, sangat membantu penonton dalam menilai kehandalan Mangini. Bagaikan tarantula berkaki 8, Mangini memainkan drum dengan kecepatan Tarantula menyergap serangga.

Setelah solo drum kemudian lanjut dengan "A Fortune in Lies" serta nomor progresif dari album baru "Outcry".

Basa-basi sebentar untuk mendinginkan suasana, dua nomor akustik dimainkan duet LaBrie dan Petrucci, "Silent Man" dan "Beneath the Surface"
Personil Dream Theater kembali tampil lengkap saat menngeber "On the Back of Angels", War Inside my Head" dan"The Test that Stumped Them All". Mungkin untuk memberi kesempatan Mangini istirahat, John Petrucci & Jordan Rudess melakukan solo.
Setelah itu lagu yang ditunggu-tunggu pun datang "The Spirit Carries On" yang biasanya ada vocalis latar cewek, kali ini backing vocalnya adalah hampir seluruh penonton yang hadir..:)

Setelah Breaking all Illusions Dream Theater pun pura-pura pamit dan teriakan we want more, demi moore, curanmor pun segera berkumandang. Dan sebagai encore Dream Theater pun menggeber "Pull me under"
Satu lagi konser yang bikin orgasme saya lakonin...penampilan prima, lighting yang luar biasa, sound yang lumayan menutup ketidak siapan panitia.
Terima kasih DT, Variant dan rekan-rekan IDTFC, i-rock, m-claro, thelinks atas malam special itu

Setlist:
  • Dream Is Collapsing (Hans Zimmer song)
  • Bridges in the Sky 
  • 6:00
  • Build Me Up, Break Me Down 
  • Surrounded 
  • The Root of All Evil 
  • Mike Mangini Drum Solo 
  • A Fortune in Lies 
  • Outcry 
  • The Silent Man 
  • Beneath the Surface 
  • On the Backs of Angels 
  • War Inside My Head 
  • The Test that Stumped Them All 
  • The Spirit Carries On 
  • Breaking All Illusions 

Encore:

Selasa, 19 Agustus 2008

Dream Theater Cover

Karena saya tumbuh mendengarkan musik berbasiskan rock 70 an (sering disebut dengan claro), maka referensi saya gak jauh dari Stones, Zeppelin, Purple, Queen, RusH, Sabbath, Yes, Pink Floyd dan sebangsanya.
Barulah pertengahan 80an pendulum saya bergesar ke musik
fusion/jazzy dengan menyimak Chick Corea, Michael Franks, Al Jarreau, Miles Davis, Grusin bersaudara, Casiopea, Yellow Jacket dll, dan menjadi gelap dengan musik Rock.
Namun entah kenapa seketika sekitar tahun 1998, tiba-tiba pendulum bergeser kembali kearah musik Rock, setelah seorang temen dikantor memutar sebuah lagu yang sangat keras ditelinga saya s
aat itu, saat saya sedang pusing mencari selisih angka rekonsiliasi. Dan ajaibnya setelah lagu itu saya cerna (lagu Master of Puppetsnya metallica), selisih itu ketemu.
Seperti anak kecil menemukan mainan lamanya, sayapun kembali mendengar musik rock (meskipun kata Jethro Tull Too Old to Rock
'N' Roll wakakakaka, gak papa...)

Sayapun gabung dengan milis musik m-claro yang banyak mengulas musik rock jadul (dan ternyata membernya banyak yang lebih tua dari saya, tapi jauh lebih ngerock dibanding saya). Namun diantara member milis banyak juga generasi muda yang lebih banyak mendengar musik rock pasca 80 an, sehingga terjadi proses saling meracuni diantara anggotanya.
Saya baru ngeh adanya band dahsyat generasi baru macam Dream Theater,  The Flower Kings, Gordian Knot, Kaipa, Transatlantic, Opeth, Lemur Voices, Cynic dll.


Salah satu band generasi baru yang sering jadi topik diskusi adalah Dream Theater. Penasaran, sayapun berusaha ingin denger.
Saya pertama kali kenal Dream theater dari sebuah CD-R copyan temen album A Change of Seasons yang berisikan mate
ri cover dari Deep Purple, Led Zeppelin, Queen, Kansas, Journey, Elton John.
Saya eksplor DT ini ternyata saya jadi ternganga, kemana aja saya selama ini.!!!!!!

Mulailah saya membeli CD DT satu persatu, lungsuran dari temen yang udah bosen, gresek di Jl. Surabaya, hingga nitip temen yang belanja online.

Disamping album studio dan livenya, terdapat beberapa official bootleg yang menarik.




3 album diantaranya merupakan full cover studio album dari band legendaris:
- Master of Puppets (Metallica)
- The Number of the Beast (Iron Maiden)
- Dark Side of the Moon (Pink Floyd)

Menurut saya 3 album cover DT ini sangat memberi nuansa yg beda dengan album aslinya dan meskipun IMHO di MoP dan TNotB vokal James LaBrie gak ngejar Bruce Dickinson dan James Hetfield, namun secara musical top notch.
Untuk DSotM, DT yg biasanya bermain speed, beringas dan akrobatic, kali ini bermain layaknya PF yg kalem dan bikin melayang-layang.

3 album yang sangat rekomen

thx u/ mas Fadli atas kebaikannya kasih icip-icip.
thx mas Supri yg nglepas original albumnya.