Tampilkan postingan dengan label The Rolling Stones. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Rolling Stones. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2020

 Pagi ini spin sebuah album kompilasi band legendaris The Rolling Stones Flowers. Judul album menggambarkan 5 anak muda sukses ditengah gelimang  sex, drugs, dan gossip, dengan art cover 5 kepala member Stones sebagai bunga yang tumbuh berkembang. Namun uniknya bunga kepala Brian Jones digambarkan tidak mempunyai daun, dan pada Bill Wyman daunnya hanya kecil. Entah kebetulan atau tidak Brian Jones meninggal 2 tahun kemudian setelah album dirilis, sementara Bill Wyman akhirnya mundur dari Stones tahun 1992.
Flowers dirilis pada pertengahan tahun 1967, setelah Stones merilis 7 album studio sejak tahun 1964,  Flowers bermaterikan lagu-lagu dari album Studio namun ada 3 tambahan 3 lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya yaitu: My Girl, Ride On, Baby dan Sittin 'on a Fence,
Kompilasi ini berisi 12 lagu yang semuanya diciptakan duet maut Mick Jagger  & Keith Richards, kecuali lagu  My Girl   karya Smokey Robinson & Ronald White.

 


Tracklist album ini
1.  Ruby Tuesday
2.  Have You Seen Your Mother, Baby Standing in the Shadow?
3.  Let's Spend the Night Together  
4.  Lady Jane  
5.  Out of Time  
6.  My Girl 
7.  Back Street Girl  
8.  Please Go Home  
9.  Mother's Little Helper  
10.  Take It or Leave It  
11.  Ride On, Baby  
12.  Sittin' on a Fence

Sabtu, 26 Juli 2008

Happy Birthday Mick!

 

Tanggal 26 Juli  merupakan hari kelahiran pentolan Rolling Stones Mick Jagger.
Lahir di Dartford Inggris 26 Juli tahun 1943, berkarir bersama The Rolling Stones sejak tahun 1962, sampai saat ini masih berlenggak lenggok bersama The Rolling Stones.

Saat kebanyakan pensiunan kita sudah pakai tongkat penopang dan didera masalah kesehatan, diusia 65 (sukar dipercaya) opa Mick Jagger masih menebar racun rock'n'roll ke seantero dunia.

Saya pribadi kenal The Rolling Stones lewat grafiti di tembok Baluwarti di kota Solo, serta majalah aktuil kepunyaan om Saya di tahun 70 an.

Rolling Stones dan Mick Jagger menjadi semacam hero saya di tahun 80 an, gara-gara video betamax lets spend the night together yang berisikan konser Rolling Stones di USA, dan disusul dengan album Tattoo You.
Saat itu label kaset bajakan lokal Billboard, mengeluarkan seri 16 kaset The Rolling Stones, dan ada juga dari label Saturn sehingga semakin membuat saya kesengsem akan pesona band ini. (kamar kost saya penuh poster The Rolling Stones saat itu)


Bersama teman-teman sepermainan tiap nongkrong bareng  sambil genjreng-genjreng gitaran mengalirlah The Spider & the Fly, Sister Morphine, Angie, Waiting on a Friend, Honky tonk Woman, Love in Vain dan lain-lain (ah kapan lagi bisa seperti itu..........)

Paling berkesan ketika Mick Jagger main di Senayan, nekad ngluruk ke Jakarta dari padang dengan duit pas-pasan sekedar untuk bisa melihat MicK Jagger (meskipun tanpa Stones) secara langsung.

Sungguh gak nyangka dengan pola hidup yg kacau balau di tahun 70an (alcohol  & drugs) ternyata Mick Jagger gak mati muda dan tetep sehat sampai saat ini.
Brian Jones dan Ian stu Stewart (the 6th stones) sudah meninggal, Mick Taylor dan Bill Wyman udah cabut,  namun Jagger dan Stones terus menggelinding meraup dollar dari konsernya (meskipun gak punya album yang meledak lagi).

Menyaksikan DVD nya secara urutan

  • Stones in the Park di thn 60 an
  • Gimme Shelter di thn 70 an
  • Lets Spend The Night Together di thn 80 an
  • Stones at the Max, Voodoo Lounge Live, Bridges To Babylon Tour di thn 90 an
  • Four Flicks serta The Biggest Bang di thn 2000 an

Rasanya gak banyak yg berubah dari penampilan Mick Jagger, gaya panggungnya tetep loncat kiri kanan, lenggok kiri kanan, lari dari ujung panggung ke ujung lainnya. Secara fisik sungguh luar biasa.

Cuman keriput di wajah yang menjadi beda penampilan dulu dan kini....

Di DVD four flicks diuangkap bahwa olahraga (renang, fitness, jogging) serta ballet menjadi rahasia kekuatan staminanya hingga saat ini.

Usia 65 ini akankah Mick Jagger pensiun?

Entahlah...... godaan panggung dan uang begitu menggelora.....
Saya sendiri masih menyimpan mimpi untuk sekali lagi menonton Mick Jagger lengkap bersama Ron Wood, Keith Richards, Charlie Watts sebagai The Rolling Stones (syukur-syukur Bill Wyman mo gabung lagi).

Happy Birthday Mick! Long Live Rock 'N'Roll

Rabu, 16 April 2008

"Rolling Stones Night"

Start:     May 1, '08 9:00p
Location:     The Rock Cafe-Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta-Indonesia
Image and video hosting by TinyPic

Minggu, 16 Maret 2008

Ilat Melet

Akhir-akhir ini saya sangat sering sekali melihat orang baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa menggunakan kaos dengan gambar lidah terjulur (logo The Rolling Stones) dengan berbagai variasi.
Gak tahu apakah mereka kenal sama band gaek ini, atau hanya pake karena gambarnya yg asyik. (yeaaaah Let's Spend The Night Together)
Saya sendiri kenal pertama kali ilat melet ini tahun 70 an dari coretan mural di tembok baluwarti di kota Solo.


Berikut tulisan Budiarto Shambazy yang dimuat di Koran Kompas Jumat, 14 November 2003

Kisah Sang Lidah Selama 22 Tahun

LOGO khas Rolling Stones yang bergambar lidah sudah berusia 22 tahun. Namun, menurut wartawan Mojo, Lois Wilson, merek dagang yang termasuk paling terkenal di dunia itu sebetulnya tidak ketahuan asal muasalnya.

LIDAH dan bibir Stones itu pasti cepat dikenal, sama dengan hafalnya setiap orang dengan tulisan berwarna merah dan putih Coca-Cola atau busur merah McDonald’s. Lidah dan bibir itu juga diasosiasikan sebagai milik Mick Jagger, bisa juga mulut Keith Richards (gitar) sedang mengisap rokok.

Logo terkenal ini untuk pertama kalinya pada bulan April 1971 digunakan sebagai label dari single Rolling Stones, Brown Sugar. Juga di sampul belakang piringan hitam Sticky Fingers. Label ini merupakan debut Stones yang mendirikan Rolling Stones Records.

Ternyata logo itu menjadi abadi dan menjadi bahan promosi melalui kaus, stiker, program tur, cangkir, bendera, celana renang, bahkan pesawat telepon. Stones mengeruk penjualan rata-rata senilai 84 juta dollar AS hanya dari promosi lidah ini.

Selama bertahun-tahun, logo yang aslinya berwarna merah dan putih itu diperbarui rancangan dan warnanya. Lidahnya ditambahi segala macam barang, termasuk diwarnai sesuai dengan bendera Inggris atau Amerika Serikat (AS).

Pada awalnya, desain ini disebut-sebut sebagai hasil ciptaan tim kreatif Andy Warhol. Ini masuk akal karena sentuhan Warhol terasa sekali, apalagi memang dia yang mendesain sampul album Sticky Fingers.

Warhol berkenalan dengan Jagger dalam sebuah pesta di New York, AS, bulan Oktober 1964. Di antara tamu terdapat juga editor majalah Then, Nicky Haslam, dan fotografer David Bailey.

"Bailey membawa Jagger, yang waktu itu menginap di apartemen Nicky. Jagger bertemu Nicky karena Nicky mempekerjakan Jean Shrimpton," tutur Warhol. Kakak Jean bernama Chrissie Shrimpton waktu itu berpacaran dengan Jagger.

Hubungan antara Jagger dan Warhol tidak pernah mulus, antara lain karena Warhol menuduh Stones membajak karyanya yang menjadi sampul album Through The Past Darkly (Big Hits Vol 2). Meskipun demikian, ketika bertemu di New York tahun 1969, Warhol mengusulkan gagasan dia mengenai sampul depan Sticky Fingers yang bergambar tubuh lelaki dari perut sampai paha lengkap dengan celana jins dan juga sebuah resleting.

Warhol pada awalnya tidak mau mengungkapkan bagian tubuh milik siapa yang dipajang di sampul depan itu. Dia hanya memberitahukan khalayak bahwa bagian badan itu adalah milik salah satu dari tiga model: Jed Johnson dan saudaranya, Jay, serta Corey Tippin.

Belakangan ketahuan itu milik Jed Johnson. Sementara bagian tubuh yang menjadi model di sampul dalam album itu adalah milik asisten Warhol, Glenn O’Brien. Itulah sebabnya logo lidah dan bibir langsung diasosiasikan sebagai karya Warhol.

Lalu, 24 tahun kemudian, majalah Billboard melaporkan bahwa logo itu merupakan karya seorang artis dan perancang grafis asal Brooklyn, New York, bernama Ruby Mazur. Menurut cerita Mazur, Jagger menawari dia membuat desain untuk single Tumbling Dice tahun 1972.

Mazur adalah artis yang sudah terkenal, yang pada usia 21 tahun menghasilkan karya-karya cukup monumental ketika bekerja di Paramount Records tahun 1969. "Saya bahkan tidak tahu ukuran sebuah sampul depan," kata Mazur kepada wartawan Las Vegas Review, John Przybys. "Tetapi, saya langsung membuat gambaran kasar sembari mengajukan jutaan pertanyaan kepada Jagger. Dan, pada hari selanjutnya, saya merancang sampul depan itu," tutur Mazur.

Setahun kemudian, Mazur merebut anugerah Grammy berkat rancangan sampul depan untuk grup Crowfoot. Tahun berikutnya, dia mendirikan perusahaan desain sendiri. Dia antara lain membuat sampul depan album Keeper Of The Castle (The Four Tops), Head Keeper (Dave Mason), Cold Spring Harbor (Billy Joel), dan Back In The Alley (BB King).

Akan tetapi, karya terbesar dia adalah logo lidah dan bibir milik Stones itu. "Pada awalnya saya sempat memikirkan gambar bendera Inggris untuk lidah itu. Lalu saya berubah dan terus mencoba memahami gaya hidup dan musik Stones, aspek seksualnya, juga bibir Jagger. Lalu saya mulai membuat karikatur Jagger, tetapi gagal. Kemudian saya hanya fokus ke bibir dan lidah dia dan itu berhasil," lanjut Mazur.

Namun, Mazur memiliki kelemahan untuk mengklaim karya itu sebagai miliknya. Pasalnya, Tumbling Dice dirilis bulan April 1972 atau satu tahun setelah logo lidah muncul.

Akan tetapi, Mazur berkilah bahwa logo itu sudah ada ketika itu dan dirampas oleh Warhol. Mungkin itu sebabnya Mazur secara resmi disebut oleh Stones sebagai perancang logo itu sampai tahun 1976.

Jadi, siapa yang sebetulnya menjadi sang pencipta? Menurut Billboard, yang dibenarkan oleh Jagger, lidah itu merupakan ciptaan seorang perancang grafis, John Pasche.

"Kontak pertama saya dengan Stones terjadi ketika mereka menelepon Royal College Of Art di London awal tahun 1970. Mereka meminta bantuan seorang mahasiswa merancang desain untuk tur Eropa tahun 1970," tutur Pasche. "Saya sudah hampir lulus dan mungkin dipilih sekolah saya itu karena desain saya dikenal dingin dan konseptual. Saya lalu bertemu Jagger dan Jo Bergman yang bekerja di manajemen Stones," lanjut Pasche.

Perintah kerja kepada Pasche sangat sederhana, yakni membuat logo tur bergaya art deco. "Satu minggu kemudian, saya kembali bertemu Jagger yang meminta agar saya membuat desain yang lebih bagus lagi. Sepekan kemudian, saya bertemu lagi dan dia sangat senang. Saya sempat memamerkan karya itu dan Jagger menyempatkan diri datang ke pameran, membuat semua mahasiswa kaget," kata Pasche lagi.

Tanggal 29 April 1972, Pasche menerima surat dari Stones yang meminta dia merancang "logo atau simbol yang bisa dipakai di atas kertas, di atas buku program, dan buku edaran untuk pers". Ketika bertemu lagi, Jagger menunjukkan Pasche gambar Dewi Pali yang diambil dari sebuah kalender India.

"Saya langsung berpikir sebuah mulut dengan lidah terjulur akan menjadi simbol yang sempurna bagi mereka. Logo ini ada hubungannya dengan ciri khas Jagger yang paling kentara, mulut dia. Logo ini juga mencerminkan sebuah protes, sikap anti-kekuasaan, dan juga berkonotasi seksual," kata Pasche.

"Saya meminta John membuat gambar Dewi Pali yang dituangkan secara agak lebih modern meskipun tetap bernapas lama," kata Jagger. Pasche menghabiskan waktu selama satu pekan untuk merancang sang lidah.

"Saya akhirnya membuat logo yang menurut saya berdampak besar, mudah direproduksi dan memiliki identitas Stones yang akan tetap langgeng sepanjang masa," kata Pasche. Ternyata, Pasche benar sekali karena sang lidah itu sudah lama menjadi bagian dari Stones, paling tidak, lebih lama dari masa pengabdian Brian Jones dan Mick Taylor.

Pasche tatkala itu hanya dibayar 50 poundsterling plus bonus empat kali lipat jumlah itu. Pasche sempat bekerja untuk label rekaman United Artist dan Chrysalis dan akhirnya kembali ke kampusnya di London sampai kini. (bas)