Tampilkan postingan dengan label simakcdkaset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simakcdkaset. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2010

In Collaboration With...

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Iwan Fals
Album In Collaboration With...
Format CD
Tahun 2003
PT. Musica Studios

tracklist:
01. Aku Bukan Pilihan
02. Senandung Lirih
03. Rinduku
04. Hadapi Saja
05. Sesuatu Yang Tertunda
06. Sudah Berlalu
07. Kupu Kupu Hitam Putih
08. Suara Hati
09. Belalang Tua
10. Ancur

Album ini agak terasa aneh bagi saya, meskipun banyak mencipta lagu cinta dalam karirnya selama ini, namun lagu cinta Iwan tetap mempunyai cita rasa yang berbeda. Simak lagu cinta Iwan fals seperti Pesawat Tempurku, Antara Aku Kau dan Bekas pacarmu, Aku Antarkan, Yang Tersendiri misalnya. Sangat jauh citarasanya dengan lagu pada album ini.
Mengambil judul In Collaboration With..., dalam album ini Iwan Fals memang banyak berkolaborasi dengan darah muda yang mungkin lebih fasih dengan masalah cinta (kecuali Harry Roesli dan Azis MS yang sudah nggak muda lagi...:)).
Iwan Fals sendiri menulis 4 lagu Hadapi Saja, Kupu Kupu Hitam Putih, Suara Hati dan Belalang Tua, yang sebelumnya sudah muncul dalam album Suara hati (2002).

Didukung barisan musisi paten seperti Bagoes AA, Heirrie Buchaery, Baron, Rere, Sa'unine, Indro, Ronald, Tohpati, Lili, Tepi Item, Tyo, Simon, Dhani Ahmad,Kiki "Es Nanas", bayu "Mondayz", Ian "Es Nanas", Andi "Bayou" Irawan, Ferry, Erents, Yuke, Tanto, Eross, Gendonesia, Erwin Prasetya album ini seperti gado-gado.
Pastilah Iwan Fals sangat bekerja keras untuk dapat memahami dan meninterpretasikan lagu-lagu the Young Guns ini.

Dibuka dengan lagu bertempo pelan melayang, Aku Bukan Pilihan karya Pongky yang bertutur tentang Lelaki yang diduakan terasa berbeda dengan Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu misalnya..

Lagu kedua Senandung Lirih karya Eross Sheila on 7 seolah membayangkan jika SO7 ganti vokalis. Duta yang pecicilan berganti dengan Iwan Fals yang kalem...

Rinduku karya Harry Roesli merupakan lagu yang cukup kuat dengan karakter distorsi gitar serta nuansa orchestra samar membalut lirik lugas seperti Iwan Fals jika menulis lagu.

Hadapi Saja yang juga muncul di Album Suara Hati namun dengan aransemen yang berbeda yang lebih ngerock terasa lebih ceria dibanding versi terdahulu. Rasa getir kehilangan yang tersirat lewat sayatan string pada versi Suara Hati, tidak terasa dalam versi album ini.....

Lagu Sesuatu Yang Tertunda merupakan karya Piyu dibawakan duet dengan Fadli.
Musisi dari Padi memang mewarnai nomor ini. Dibuka dengan ketukan perkusi dan disambung vocal khas Fadli, backing vocal yang menawan dan vocal
berkarakter Iwan Fals serta gitar distorsi menjadikan lagu ini terasa manis.

Sudah Berlalu dari intronya sudah terasa Cokelat banget, namun menjadi berbeda dari sisi vokal yang biasanya terisi suara mengayun kiri kanan dari Kikan.

Kupu Kupu Hitam Putih yang merupakan aransemen ulang dari versi Album Suara Hati, mempunyai durasi yang lebih panjang dibanding versi aslinya. Versi di album ini juga tidak sesyahdu dan semegah di versi awal.

Suara Hati juga merupakan versi baru dari Lagu yang muncul di Album dengan judul yang sama di tahun 2002. Jika pada album Suara hati serasa mendengar latin rock ala Santana, maka di versi album ini awalnya serasa digiring ke musik Blues dan menjadi lebih ngeRock. Saya lebih suka versi di Album Suara Hati.

Lagi-lagi versi lain dari album Suara Hati. pada versi Suara hati Belalang Tua string dan orkestrasi membalut dengan lirik yang kuat, namun kali ini
saya lebih suka versi aransemen baru di album ini yang lebih kuat dengan
sapuan distorsi dan ketukan drum layaknya musik rock.

...................
Kisah belalang tua diujung daun
Yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang tak kenyang kenyang

Kisah belalang tua diujung daun
Yang kakinya berjumlah enam
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah
..............


Lagu penutup Ancur karya Aziz MS betul-betul lagu cinta ancur-ancuran khas Jamrud, hahaha kalo tidak melihat ini adalah album Iwan Fals, saya serasa mendengar Krisyanto operasi pita suara dan menyanyikan di album Jamrud terbaru. Iwan Fals betul-betul melebur, simak liriknya

Namamu selalu kubisiki
Dalam tidurku, dalam mimpiku,
Setiap malam

Hangat tubuhmu, melekat di kulitku
Beribu peluk, beribu cium,
Kita lalui

Tapi kau kabur (wuizzzzz)
Dengan duda anak tiga
Pilihan ibumu

Hatiku hancur
Berserakan berhamburan
Kayak jeroannya binatang

Ya sudah
Kumenangis seadanya
Sekuat tenaga

Ya sudahlah.........

Kau memang setan alas
Nggak punya perasaan.....

Ancuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrr

Doaku di akad nikahmu
Semoga si duda, diracun orang
Biar terus mampus...



Tapi kau kabur (wuizzzzz)
Dengan duda anak tiga
Pilihan ibumu

Hatiku hancur
Berserakan berhamburan
Kayak jeroannya binatang

Ya sudah
Kumenangis seadanya
Sekuat tenaga

Ya sudahlah

Ya sudah
Kumenangis seadanya
Sekuat tenaga

Ya sudahlah

Kau memang “syaiton” alas
Ndak punya perasaan

Ancuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrr

Doaku di akad nikahmu
Semoga si duda diracun orang
Biar terus mampus

Semoga si duda diracun orang
Biar terus mampus...

Heh heh heh heh heh heh




Lengkap sudah gado-gado itu teracik. Menyangkut selera kadang ada yang gak suka Labu Siyem nya, kadang ada gak suka kangkungnya, kadang ada yang gak suka taugenya.
saya sendiri, walaupun terasa aneh, tapi tetep menyukai gado-gado di album ini....


Kamis, 14 Januari 2010

Akustik

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Begitu banyak album kompilasi Iwan Fals yang beredar, terutama dalam format kaset yang tentu saja membuat calon penggemar Iwan Fals kebingungan. Pada dasarnya dari sisi label, album Iwan Fals dapat di kategorikan kepada:
- Label pra Musica (3 bulan, Perjalanan, Canda Dalam Ronda)
- Label Musica era 1 (Opini s/d Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu)
- Label Airo (Mata Dewa, Swami, Kantata Takwa)
- Label non Musica & Airo (Cikal, Belum Ada Judul, Hijau, Dalbo, Orang Gila)
- Label Musica era 2 (Suara Hati s/d 50:50)

Kompilasi yang banyak beredar sepengetahuan saya belum mewakili dari seluruh era tersebut.

Inilah salah satu album kompilasi yang cukup lengkap yang memungut lagu dari album:
Label Musica:
Opini (1982)
Sumbang (1983)
Barang Antik (1984)
Sugali (1984)
Sore Tugu Pancoran (1985)
Ethiopia (1986)

Label Harpa:
Belum Ada Judul (1992)
Orang Gila (1994)

tracklist:
01-Maaf Cintaku (Sugali-1984)
02-Satu-Satu (Orang Gila-1994)
03-Coretan Dinding (Belum Ada Judul-1992)
04-Jangan Bicara (Barang Antik-1984)
05-Mereka Ada Di Jalan (Belum Ada Judul-1992)
06-Galang Rambu Anarki (Opini-1982)
07-Belum Ada Judul (Belum Ada Judul-1992)
08-Ujung Aspal Pondok Gede (Sore Tugu Pancoran-1985)
09-Jendela Kelas Satu (Sumbang-1983)
10-Di Mata Air Tidak Ada Air Mata (Belum Ada Judul-1992 )
11-Ia Atau Tidak (Belum Ada Judul-1992 )
12-Menunggu Ditimbang Malah Muntah (Orang Gila-1994)
13-Opiniku (Opini-1982)
14-Lonteku (Ethiopia-1986)

Lagu-lagu dalam album ini didominasi gitar akustik (notes, seluruh lagu dalam album belum ada judul memang merupakan lagu akustik dengan instrumen gitar & sedikit harmonika), sedangkan lagu diluar album Belum ada Judul masih tersamar instrumen lain.

Seperti layaknya lagu Iwan Fals, lirik lah yang menjadi kekuatannya.
Lagu maaf cintaku bertempo pelan (diselingi batuk dan deheman ..:)), diantara petikan gitar yang terkesan monoton terdapat sedikit sesi brass (trumpet) di tengahnya.

perhatikan lirik lugas ini:

Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu

Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu

Mengertilah..
Perempuanku..


Lagu Satu-satu mempunyai sound yang berbeda layaknya sebuah lagu yang diklaim akustik, instrumen listrik terasa kuat membalutnya. Saya lebih merasa seperti menikmati lagu slow rock..:)

...............
Satu satu tunas muda bersemi
Mengisi hidup gantikan yang tua
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi
....................


kocokan gitar akustik pada Coretan Dinding seolah seperti mewakili kegeraman yang tertuang dalam lirik...

Coretan di dinding
Membuat resah
Resah hati pencoret
Mungkin ingin tampil

Tapi lebih resah
Pembaca coretannya
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok di tiap tempat sampah
...............


Diawali tiupan harmonika, Jangan Bicara menjadi blues akustik yang menawan. Menyentil tentang banyaknya bualan di negeri tercinta (ternyata gak banyak berubah sampai sekarang...)

Mereka Ada Di Jalan merupakan salah satu lagu kesayangan saya diantara karya Iwan Fals lainnya. Getir mendengarnya, seolah menelan ludah yang pahit mendengarkan lirik yang dilantunkan. Bagaimana PSSI bisa berjaya jika Lapangan tempat munculnya bibit pesepakbola Nasional semakin berkurang?, hanya anak-anak orang kaya yang belum tentu mempunyai talenta yang dapat bermain Sepak Bola di Lapangan sewaan.
Bagaimana hero sepakbola jaman dulu disebut (Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, Abdul Kadir, Nobon, Iswadi, Yudo Hadianto, Ronny Paslah, Rully Nere, Ricky Yacobi, Marzuki Nyakmad) kecil bermain diantara puing bangunan tergusur. Getir sekali serasa diiris oleh sayatan harmonika ...

..................
Tiang gawang puing puing
Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita
Yang nampak mata hanya
Para pembual saja

Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini di jalan ini

Bola kaki dari plastik
Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati
Sebab terkena bola
Tentu bukan salah mereka

Roni kecil Heri kecil
Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil
Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Iswadi kecil
Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil
Terkam bola jatuh menangis


Galang Rambu Anarki, kayaknya gak perlu diceritakan lagi. Hampir setiap orang rasanya sudah pernah mendengar lagu ini.

Kembali sebuah lagu yang getir tentang sebuah sahabat yang hilang. Gitar monoton membalut kekuatan lirik yang ditimpa harmonika yang mengiris tajam.

Ujung Aspal Pondok Gede bertutur tentang tergusurnya suatu peradaban kecil, akibat derasnya roda pembangunan. Suara perih harmonika juga dominan di lagu ini, dan ornamen gesek mewarnai kepedihannya.
...................
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi

Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi dan tak akan pernah kembali


Iwan Fals banyak membuat lagu cinta, Lagu Jendela Kelas ini salah satunya, terasa genit dan kenes dengan gitar Ian Antono yang khas

Lagi-lagi petikan dari Album Belum Ada Judul, Di Mata Air Tidak Ada Air Mata dan Ya Atau Tidak hanya ada harmonika dan gitar akustik. Lirik Ya Atau Tidak merupakan lagu cinta yang sangat khas Iwan Fals.

................
Tambah senyum sedikit
Apa sih susahnya?
Malah semakin manis
Semanis tebu

Engkau tahu isi hatiku
Semuanya sudah aku katakan
Ganti kamu jawab tanyaku
Ya atau tidak itu saja

Bila hanya diam
Aku tak tahu
Batu juga diam
Kamu kan bukan batu

Aku tak cinta pada batu
Yang aku cinta hanya kamu
Jawab nona dengan bibirmu
Ya atau tidak itu saja
................


Menunggu Ditimbang Malah Muntah yang dipetik dari album rang Gila merupakan lagu dengan lirik yang panjang dengan menyebut nama keluarga Iwan Fals (Yos, Galang, Cikal) ditelinga saya menggambarkan suatu kegelisahan....
..................
Hari ini ada berita
Polisi mati
Hari ini ada berita
Pembantu dibantai majikannya
Hari ini ada berita
Anak anak membunuh orang tuanya
Hari ini ada berita
Orang tua memperkosa anak anaknya
Hari ini ada berita
Guru guru banyak yang sakit jiwa
Hari ini ada berita
Orang orang kaya takut bangkrut
Hari ini ada berita
Mahasiswa protes
Merah putih cemang cemong
Mau insaf susah
Desa sudah menjadi kota
............


Opiniku yang dipetik dari Album Opini (1982) bercerita tentang keganasan dan keserakahan manusia dalam mengarungi kehidupan. (ah jadi inget ributnya pembagian jatah tabung gas konversi dari minyak tanah, dan lain-lain yang sifatnya pembagian, akhirnya program gak sampai ketujuan)

.................
Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang ( kok bisa ? )
Bahkan lebih keji
Dari binatang macan

Tampar kiri kanan alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupan
Intip kiri kanan lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan
..................



Lagu terakhir Lonteku (Album Ethiopia-1986) sungguh lugas sekali liriknya, dengan balutan rock tipis dari gitar listrik Ian Antono. Realitas yang pahit, namun mungkin agak terasa vulgar bagi sebagian orang.

......................
Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Kau usap luka disekujur tubuh ini
Sembunyilah sembunyi ucapmu

Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku

Lonteku terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok

Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat erat kita melangkah


Sayangnya pada album akustik, lagu ini terpotong tidak utuh di endingnya

Secara keseluruhan, album kompilasi ini sangat memuaskan. rekomen...


Rabu, 22 Juli 2009

Sumbang

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Album Sumbang
Tahun 1983
Label: Musica Studio
format: Kaset

Musisi:
Iwan fals: Harmonica, Vocal
Ian Antono: Guitar, Drum
Abadi Soesman: Piano, Synthesizer
Bambang MG: Bass
Ucok Rampal: Backing vocal, Percussion


track list:
Side A
1. Sumbang,
2. Kereta Tiba Pukul Berapa,
3. Semoga Kau Tak Tuli Tuhan,
4. Puing,

Side B
5. Jendela Kelas I,
6. Berikan Pijar Matahari,
7. Siang Pelataran SD Sebuah Kampung
8. Asmara Tak Secengeng yang Aku Kira
9. Celoteh Camar Tolol dan Cemar

Ingatan saya menerawang saat dalam perjalan kekantor, supir taksi yang saya tumpangi bercerita tentang pemilu legislatif dan politik uang yang tercium aromanya, dengan fasih sambil menyetir dia lantunkan sepenggal lirik:
..............................
Apakah selamanya politik itu kejam ?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam ?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya

Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing

Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjang
Lalu sibuk mencari kambing hitam
...........................

Itulah penggalan lirik lagu Sumbang yang merupakan track pertama album Sumbang.

Album ini merupakan awal kolaborasi antara Iwan Fals dengan Ian Antono yang kelak akan memunculkan album dahsyat Mata Dewa.
Dalam album ke 4 dibawah label Musica Studio ini dengan dukungan musisi ian Antono, Ucok rampal, Bambang MG dan Abadi Soesman album Sumbang ini menawarkan warna baru dalam lagu-lagu Iwan yaitu Folk yang dibalut Rock.
warna Rock sendiri tidak secara tegas muncul dalam album ini, masih malu-malu...


Track ke 2, merupakan ballad dengan petikan khas gitar Ian Antono dengan lirik nakal yang bercerita tentang kerinduan terhadap kekasih, dibumbui parahnya jadwal kereta Api, prit jigo polantas, sungguh bikin senyum..:)

................
Didepan ada polantas
Wajahnya begitu buas
Tangkap aku
Tawar menawar harga pas tancap gas

Sampai stasiun kereta pukul setengah dua
Duduk aku menunggu tanya loket dan penjaga
Kereta tiba pukul berapa?

Biasanya kereta terlambat
Dua jam mungkin biasa (rusak lo)
...........................

Track ke 3, Semoga Kau Tak Tuli Tuhan sedikit tampil warna latin, lewat perkusi bercerita tentang harap-harap cemas calon ayah, yang mohon agar Tuhan dapat mendengar do'a tentang calon bayinya.

Track ke 4, Puing diawali dengan bunyian seperti deru pesawat tempur terdengar seperti lagu Pink Floyd awalnya, namun lagu ini merupakan ballad dengan gitar monoton dan ketukan drum yang menggambarkan kesuraman suasana perang.

Perang perang lagi
Semakin menjadi
Berita ini hari
Berita jerit pengungsi

Lidah anjing kerempeng
Berdecak keras beringas
Melihat tulang belulang
Serdadu boneka yang malang

Tuan tolonglah tuan
Perang dihentikan
Lihatlah ditanah yang basah
Air mata bercampur darah
.......................
......................

Track ke 5, Jendela Kelas merupakan lagu dengan tempo sedang, dengan iringan gitar akustik Ian Antono, yang merupakan lagu cinta khas Iwan Fals.

Track ke 6, Berikan Pijar Matahari merupakan lagu dengan warna country rock bercerita tentang kesenjangan hidup.

Track ke 7, merupakan lagu dengan lirik yang menyesakkan dada bagi kita yang sudah merasa luntur rasa cinta kepada negara, coba simak penggalan liriknya:

Sentuhan angin waktu siang
Kibarkan satu kain bendera usang

Di halaman sekolah dasar
Di tengah hikmat anak desa nyanyikan lagu bangsa
Bergemalah

Tegap engkau berdiri walau tanpa alas kaki
Lantang suara anak anak disana

Kadar cinta mereka tak terhitung besarnya
Walau tak terucap namun bisa kurasa
Bergemalah

Ya ha ha hau
Harapan tertanam
Ya ha ha hau
Tonggak bangsa ternyata tak tenggelam

Dengarlah nyanyi mereka kawan
Melengking nyaring menembus awan
Lihatlah cinta bangsa di dadanya
Peduli usang kain bendera

Track ke 8, bercerita tentang salah persepsi dalam memandang asmara.

Track ke 9, merupakan track favorit saya. Diawali celoteh burung camar dan peluit kapal serta deburan ombak dan gitar Ian Antono, mengalun vocal Iwan Fals yang menggetarkan hati. Lagu ini mungkin tidak berarti apa-apa bagi yang tidak mengikuti proses terbakar dan tenggelamnya kapal Tampomas yang banyak memakan korban. Hati ini merasa kesal, karena begitu lambannya tim SAR datang. Hati ini merasa marah karena ternyata pengadaan kapal bekas ini penuh keculasan.Hati ini merasa bergidik melihat banyaknya penumpang terpanggang di kapal itu. Dan lagu ini betul-betul memuntahkan kegeraman itu.

Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datang

Sejuta lumba lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar
Tampomas terbakar
Risau camar memberi salam
Tampomas Dua tenggelam

Asap kematian
Dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan

Hatiku rasa
Bukan takdir Tuhan
Karena aku yakin itu tak mungkin

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Bukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiri

Datangnya pertolongan
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan
Celoteh sang camar

Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jilat api dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas Tampomas Tampomas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang naas
Tampomas..........


Album ini sampai saat ini masih beredar dalam bentuk kaset, entah kapan versi CD nya akan keluar. Jika CD nya keluar, meskipun ini bukan album terbaik Iwan Fals, namun masih sangat layak untuk dimiliki. Bagi yang gak sabar, kasetnya banyak beredar.

Senin, 26 Mei 2008

Opini

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Mendengar pengumuman kenaikan harga BBM, minggu kemarin tiba-tiba saya teringat dengan lagu Galang Rambu Anarki, yang dalam salah satu liriknya berujar tentang harga BBM yang melambung tinggi.

Inilah album kedua Iwan Fals dengan label Musica setelah Sarjana Muda.
Kental dengan petikan & kocokan gitar akustik serta violin oleh Luluk Purwanto album yang dirilis tahun 1982 ini terdiri dari 9 lagu, dengan tracklist:

01 Galang Rambu Anarki,
02 OAM,
03 Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu,
04 Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi,
05 Sapuku Sapumu Sapu-sapu,
06 Opiniku,
07 Ambisi,
08 Tak Biru Lagi Lautku,
09 Tarmijah dan Problemanya.

Album ini didukung oleh musisi:

* Willy Soemantri
* Sofyan Aldin
* Norman
* Herry Anggoman
* Luluk Purwanto
* Hedick's
* Iwan Fals


Lagu pertama Galang Rambu Anarki, dengan dominasi petikan gitar akustik bertutur tentang anak pertama Iwan Fals (alm Galang Rambu Anarki) yg kelahirannya ditandai dengan kenaikan harga BBM.
Simak bait lirik:

.............................
Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM melambung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi

..................

Lagu kedua Obat Awet Muda dengan warna country yang dibangun dari kocokan banjo Cok Rampal dan liukan biola Luluk Purwanto, menimbulkan kesan genit membungkus lirik tentang dunia perselingkuhan Oom dan Tante-tante dengan daun muda...

Lagu ketiga Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu merupakan lagu cinta khas Iwan Fals dengan tempo lambat. Lagu ini juga pernah diremake ditahun 1989 dengan memberi raungan gitar listrik yang terasa lebih dramatis.

Lagu keempat Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi, lagi-lagi dengan warna country bercerita tentang keprihatinan Iwan Fals terhadap rusaknya lingkungan akibat pembalakan liar (hehehehe 26 tahun sudah, ternyata pembalakan liar masih saja marak........)
simak penggalan liriknya:
.................
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja

Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti
.................

Lagu kelima Sapuku Sapumu Sapu Sapu diawali dengan erangan perih harmonika bercerita tentang orang-orang yang sering terlupakan dari perhatian kita.

Lagu keenam Opiniku terdengar akustikan dari Biola, Gitar, Harmonika serta bas bercerita tentang bagaimana manusia kadang Bahkan lebih keji dari binatang.

Lagu ketujuh Ambisi, sangat memacu optimisme
..........................
Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

Sinar terang lampu mercuri
Pasti akan engkau dapati
Tentu berbekal ambisi
Tentu tak tinggal ambisi

Tak bermata
Pandang dunia dengan jiwa
Tak bertelinga
Jangan cepat kecewa

..................

Saya pingin lagu ini suatu saat diremake dengan balutan musik Rock (seoerti pada album Mata Dewa, Swami atau Kantata Takwa), pasti akan bikin merinding...

Lagu kedelapan Tak Biru Lagi Lautku, sekali lagi menampakkan sosok Iwan Fals yang sangat concern terhadap masalah lingkungan Hidup (Ingat full album Hijau yg
sangat progresif itu)
.......................
Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Itu dahulu
Berapa tahun yang lalu
Cerita orang tuaku

Sangat berbeda
Dengan apa yang ada

Tak biru lagi lautku
Tak riuh lagi camarku
Tak rapat lagi jalamu
Tak kokoh lagi karangku
Tak buas lagi ombakmu
Tak elok lagi daun kelapaku
Tak senyum lagi nelayanku
Tak senyum lagi nelayanku

Lagu terakhir Tarmijah Dan Problemnya merupakan lagu akustik (ada dua album Iwan Fals full akustik dikemudian hari "Belum Ada Judul" dan "Suara Hati"), bercerita tentang derita PRT.

Lagu-lagu di Album ini, masih sangat relevan dengan kondisi sekarang.
Sayang sampai saat ini hanya tersedia dalam format kaset . Kalo rajin nyeker, di beberapa album kompilasi dalam format CD materi dialbum ini sudah terangkum.

Rabu, 02 April 2008

Dragon Attack-Chikunguya?

Hari selasa malam pas mau pulang kantor, ada yg terasa gak nyaman didiri saya. Pergelangan tangan kiri terasa sakit, lutut kaki kanan terasa nyeri, dan pergelangan kaki kiri seperti terkilir rasanya.

Saat dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda yg jadi alat transportasi saya dari rumah ke kantor dan sebaliknya sungguh menyiksa. Tangan kiri susah memegang stang bar secara lurus, terasa sakit sekali, dan untuk nggowes pedal kaki kanan dan kiri terasa ngilu. Dengan nggowes secara pelan, Alhamdulillah sampai kerumah dan langsung berbaring minta dipijitin dan dioles balsem sampai ketiduran.

Rabu pagi pas bangun tidur, badan terasa kaku dan linu seluruh tulang saya, badan serasa habis melakukan moshing secara marathon sehari semalam. Lho ada apa ini (trauma dengan kejadian putus achiles tendon yg menimpa 3 tahun lalu).

Akhirnya saya memutuskan tidak masuk kantor, ke dokter diberi obat Voltaren 50 mg dan solaxin.

Selama dirumah bongkar rak CD ketemu, CD Dragon Attack tribute to Queen. CD yg manteb. James Labrie, Robin McAuley, Chris Impellitteri, Bob Kulick, Yngwie Malmsteen, Lenny Kilmister, Marty Friedman, Jeff Scott Soto, Jake E Lee dll ngumpul dalam 1 CD dengan tracklist:

01 I Want It All
02 Sheer Heart Attack
03 Another One Bites the Dust
04 Save Me
05 We Will Rock You
06 We Are the Champions
07 Tie Your Mother Down
08 Get Down, Make Love
09 Keep Yourself Alive
10 One Vision
11 It's Late

Sambil menikmati Dragon Attack, browsing di internet ketemu penyakit Chikunguya dengan gejala yang mirip saya alami, apa saya terkena Chikunguya yach?

Kamis, 14 Februari 2008

Belum Ada Judul

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Setelah mengeksplorasi bunyi dengan berbagai musisi, kali ini Iwan Fals tampil memunculkan diri sendiri.
Inilah full album Iwan Fals pertama kali yang seluruhnya merupakan nomor akustik (album akustik berikutnya adalah Manusia 1/2 Dewa).
Album ini dari peralatan musik sangat sederhana, hanya ada iringan gitar akustik dan harmonika yang dimainkan sendiri.
Dalam sampul kasetnya terdapat prakata dari Fajar Budiman sebagai berikut:
Sebagai bagian dari penyaksi perjalanan sosok Iwan Fals, memiliki sebuah kerinduan terhadap bentuk kesederhanaan yang mendalam.

Disini kita bisa lebih bisa menikmati Iwan Fals dalam dirinya secara utuh dan polos.

Lagu yang tersaji dalam album yang digarap tahun 1992 ini adalah:
01 Belum Ada Judul,
02 Besar & Kecil,
03 Ia Atau Tidak,
04 Mereka Ada Di Jalan,
05 Potret
06 Di Mata Air Tidak Ada Air Mata,
07 Ikrar
08 Aku Disini
09 Mencetak Swah
10 Panggilan Dari Gunung,
11 Coretan Dinding,

Dari rangkaian lagu yang ada track favorit saya adalah "Mereka Ada Di Jalan" sangat getir terasa.
Sepakbola adalah kegemaran Iwan Fals dan jutaan rakyat Indonesia. Inilah lagu perih tentang hilangnya lapangan sepakbola yang ditelan pembangunan. sangat relevan dengan sebab kenapa sukar sekali menemukan bibit unggul untuk PSSI, gimana mau muncul kalo mau main aja gak ada lapangannya.
Menyimak liriknya bagi generasi sekarang yang mengenal sosok Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Elly Aiboy dll. Nama-nama dilagu ini mungkin agak asing (Ramang, Abdul Kadir, Ronny Paslah, Iswadi Idris, Ricky Jacobi, Nobon, Yudo Hadianto, Herry Kiswanto, Rully Nere, Sucipto Suntoro, Marzuki Nyakmad), namun nama ini sangat lekat terpatri didada penggemar bola saat itu.
perhatikan liriknya:

Mereka Ada Di Jalan
------------------------------------
Pukul tiga sore hari
Di jalan yang belum jadi
Aku melihat anak anak kecil
Telanjang dada telanjang kaki
Asik mengejar bola

Kuhampiri kudekati
Lalu duduk di tanah yang lebih tinggi
Agar lebih jelas lihat dan rasakan
Semangat mereka keringat mereka
Dalam memenangkan permainan

Ramang kecil Kadir kecil
Menggiring bola di jalanan
Rulli kecil Ricki kecil
Lika liku jebolkan gawang

Tiang gawang puing puing
Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita
Yang nampak mata hanya
Para pembual saja

Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini di jalan ini

Bola kaki dari plastik
Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati
Sebab terkena bola
Tentu bukan salah mereka

Roni kecil Heri kecil
Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil
Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Iswadi kecil
Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil
Terkam bola jatuh menangis

Selasa, 18 Desember 2007

Orang Gila

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Tahun 1994
Label:Harpa (Kaset)
Label:Nirvana (CD-2001)

Musisi:
- Iwan Fals
- Billy J. Budiharjo
- Rere,
- Gideon Tengker,
- Budi Bidhun,
- Eddy Kemput,
- Dian Pramana Putra

track list:
01 Orang Gila
02 Awang-Awang
03 Satu-Satu
04 Lagu Cinta
05 Doa Dalam Sunyi
06 Lingkaran Hening
07 Puisi Gelap
08 Menunggu Ditimbang Malah Muntah

Lagi-lagi Iwan Fals mengeksplorasi corak musiknya. Album ini merupakan kolaborasi baru antara Iwan Fals dengan musisi-musisi rock seperti Rere, Gideon Tengker, Eddy Kemput
Mendengar lagu pembuka "Orang Gila" yang terdengar seperti lagu "dance" / new wave 80 an, terkesan menjadi hidangan pembuka yang tidak membangkitkan selera.

Kesan ini pupus setelah mendengar track ke 2 Awang awang. Musik bermetamorphosis menjadi sebuah nomor dengan balutan Rock kental lewat Drum Rere dan Gitar Eddy Kemput. Sapuan dua personel band progresif rock asal Surabaya Grass Rock ini membuat lagu ini terasa bertenaga.

track ke 3, sebuah ballad dengan harmonisasi petikan gitar, tamborine dan perkusi yang membalut keindahan lirik yang bercerita tentang proses regenerasi secara alami yang berjalan sangat mulus tanpa gejolak. Lagu ini menjadi favorit saya dalam album ini

track ke 4 menunjukkan bagaimana kepiawaian Iwan Fals dalam menyanyikan sebuah lagu cinta tanpa harus menjadi lembek dan cengeng.

Suara keyboard, dan ditingkahi petikan halus gitar pada track ke 5 doa dalam sunyi merayap pelan mendaki dipandu ketukan drum.

track ke 6 Lingkaran hening seolah-olah masih nyambung dengan lagu doa dalam sunyi. Didominasi dengan piano dan keyboard yang mengawal vocal Iwan Fals yang terasa parau dan bergetar.

track ke 7 Puisi Gelap lebih tepat disebut sebagai Iwan fals membacakan puisi karya Sawung Jabo dibandingkan sedang menyanyikan lagu. Sesuai judulnya ini betul-betul bernuansa gelap sekali.

track ke 8 merupakan sebuah nomor akustik khas Iwan Fals, dengan gitar akustik sesekali muncul suara keyboard dikejauhan, lagu ini seperti bertutur.

Pada versi CD terdapat 2 lagu tambahan yang dipetik dari album akustik "Belum Ada Judul" yaitu Ia atau tidak dan Panggilan Dari Gunung.

Secara keseluruhan album ini menggambarkan bagaimana eksplorasi Iwan Fals yang tiada henti, namun album ini beredar setelah beberapa monster album Iwan Fals keluar. Bagi pendengar yang sudah terpatri dengan kedahsyatan album Mata Dewa, Swami, Kantata Takwa, Hijau dan Cikal maka album ini akan terasa tawar.

1991

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Tahun 1991
Label:RPM (CD)
Label:Indo Music Box (Kaset)
Musisi:
- Iwan Fals
- Totok Tewel
- Cok Rampal
- Mates
- Gilang Ramadhan
- Embong Raharjo
- Andi
- Yunus
Operator / Mixing : Fender Sang Penyair
Direkam di : Gins Studio
Desain Grafis: Work Gallery
Tata Suara: Heirrie Buchaery
Photografi: Harry Suliztiarto
Ilustrasi Cover: Anissa Cikal Rambu Basae

track list:
01 Intro
02 Untuk Yani
03 Cikal
04 Pulang Kerja
05 Alam Malam
06 Ada
07 Untuk Bram
08 Cendrawasih
09 Proyek 13
10 "....."

Setelah merilis album group bersama Swami dan Kantata Takwa, Iwan Fals
kembali mengeluarkan Solo Album pada tahun 1991, yang bertitel "1991".
Album ini sering disebut juga album "Cikal". Tulisan Cikal ini sendiri muncul dalam ilustrasi sampul albumnya, berupa lukisan karya putri Iwan Fals, Anissa Cikal Rambu Basae. Lukisan ini bergambarkan petani, kerbau, ular dan tikus yang juga terpapar dalam lirik lagu berjudul Cikal.

Ini merupakan album Iwan Fals yang secara lirik banyak menggunakan simbol, yang akan sulit dipahami kalau cuma mendengar sambil lalu.
Lirik ini juga akan membawa kepada makna yang berbeda-beda bagi setiap orang yang mengintepretasikannya.
Dengan berkolaborasi dengan musisi yang banyak bermain di jalur Jazz (Mates, Gilang dan Embong), warna jazz pada album ini juga sangat terasa .

Dirilis dalam bentuk Kaset oleh Indo Music Box, dan dalam bentuk CD beberapa tahun kemudian oleh RPM. Dalam format CD kualitas rekamannya agak kemresek dan miskin informasi (gak ada sleevenya).

Pada periode 1989 s/d 1992 mengikuti Iwan Fals kita diaduk-aduk dengan pola yang berbeda. Mata Dewa, Swami, Kantata Takwa, Cikal, Hijau merupakan album Iwan Fals dengan kolaborasi berbagai aliran. Sebuah eksplorasi yang tiada tara.

Diawali dengan Intro, vocal yang terasa berat dengan iringan gitar akustik bercerita tentang suatu pencarian, sangat pas dengan pencarian pada album ini.

Dalam gelap kuberjalan
Membelah belantara akal
Sendiri
Sendiri
Selalu sendiri

Pada terang kumerenung
Mencari kesejatian
Mencari
Mencari
Selalu mencari

Pada ruang
Pada waktu
Aku ingin datang
................


Track ke 2, Untuk Yani dimulai dengan bunyi-bunyian yang mengingatkan pada musik untuk reog ponorogo, merupakan lagu dengan beat rock.
Lagu ini ditelinga saya masih berpola seperti lagu-lagu di album Swami, pengaruh gitar elektric Totok Tewel dan ketukan cymbal Gilang terasa dominan.
Liriknya sendiri dalam interpretasi saya bercerita tentang arus urbanisasi, maraknya warga untuk sekolah, namun terasa pesimis menghadapi masa depan.

Track ke 3, Cikal, Lagu akustik dengan ritme sederhana dengan dominasi kocokan gitar akustik dan harmonika, namun membuat dahi berkerut untuk memaknai liriknya yang penuh bahasa simbol dunia fabel Harimau, Kerbau, Ular Sanca, Tikus Sawah yang merupakan titik keseimbangan dan kearifan hidup di alam timur.
Musiknya terasa bagai air mengalir, yang tiba-tiba terjun (efek timpani Totok Tewel) dan mengalir lagi........

Track ke 4, Pulang Kerja, juga mirip dengan lagu Cikal, Sebuah nomor yang menceritakan tentang keseimbangan alam dengan petikan gitar akustik dan dilatar belakangi slide guitar.

..................
Duhai langit
Duhai bumi
Duhai alam raya (aku terkesima...)
Kuserahkan ragaku padamu (aku terkesima...)
............................

Track ke 5, Diawali dengan tiupan saxophone Embong Raharjo, Lagu Alam Malam, sekilas mengingatkan pada lagu-lagu dari Sting di album The Dream of Blue Turtle.
Lagu berdurasi 8 menit 57 detik ini menjadi track terpanjang di album ini. Track ini bernuansa jazz kental lewat bass Mates, ketukan Drum Gilang Ramadhan serta liukan Saxophone Embong

...........................
Menjadi anak alam lahir diujung malam
Bumi bunda bapak angkasa
Merasakan udara membawa peristiwa
Merenungkan pengalaman
......................

Track ke 6, Ada menjadi sebuah nomor yang paling aneh dalam album ini, benturan suara vocal dan instrument yang timbul serasa membawa kita berada dalam suatu ritual pada sebuah kuil kuno.
Dengan lirik yang repetitif Ada yang ada, Ada yang tak ada, Nyatanya ada, Nyatanya tak ada....., Antara ada, Antara tak ada, Ada antara, Diantara ada dan tak ada.....dengan latar suara erangan dan raungan.

Track ke 7 Untuk Bram mirip-mirip dengan lagu Alam Malam.
Didominasi dengan flute Embong, track ini merupakan lagu lirih yang terasa perih. Dan pada menit ke 3 detik ke 18, tiba-tiba telinga kita disentak dengan suara instrumen yang saling bertabrakan hingga ke menit ke 4 detik 6.

.......................
Lakon selesai
Penonton pulang kerumahnya
Membawa hati yang bertanya tanya tanya
Siapa tadi yang menjadi korban
Dijawabnya tanya tanya

Pertanyaan abadi ditanyakan lagi
Tanyakan tanyakan tanyakan tanyakan
..............................

Track ke 8 Cendrawasih, Warna jazz rock fusion mencuat pada track ini, betotan bass Mates, ketukan drum Gilang Ramadhan dan Flute/Saxophone Embong terasa dominan membalut guitar rock Totok Tewel.

...............................
Sayap sayap cinta bagaikan cendrawasih
Di buru luka karena keindahannya
Kesadaran bersinar dengan merdeka
Nyanyi jiwa melebihi tanya

Ada apa gerangan wahai cendrawasih ?
Lingkar matamu hitam letih batinmu
Beratkah deritamu wahai cendrawasih ?
Murung paruhmu kicaukan keluh

Ada apa gerangan ?
...................


Track ke 9 Proyek 13, Sebuah lagu dengan warna jazz rock fusion mencuat dengan suara saxophone yang meliuk-liuk seperti ritme reog ponorogo. Dengan lirik yang lugas dan menukik, bercerita tentang kekhawatiran akan tekhnologi nuklir.


Track penutup, '.........' Merupakan lagu penutup dari rentetan album ini, liriknya menjawab intro pada track 01. Musiknya menggiring kita seolah berjalan pulang seperti film vampir cina yang berjalan melompat diiringi pawanganya

Sendiri
Sendiri

Pada ruang
Pada Waktu
Aku sudah datang

Bertanya..
Bertanya..
Selalu bertanya..


Album ini merupakan salah satu album Iwan Fals yang cukup asing ditelinga bagi kebanyakan penggemarnya. Sampai sekarang saya pribadi meskipun sangat menikmati namun masih merasa susah untuk memaknai liriknya.

Berbeda dengan CD Mata Dewa, Swami dan Kantata Takwa yang langka, di Jakarta masih terdapat beberapa CD Cikal di store musik +, Disc Tarra maupun Duta Suara.
Jika menjumpainya saya rekomendasikan untuk memungut dan mengkoleksinya.

Senin, 17 Desember 2007

Hijau

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Tahun 1992
Label: Pro Sound
Musisi:
- Iwan Fals: Penyanyi Utama, gitar listrik, gitar bolong
- Heirrie Buchaery: gitar bolong, bas gitar, suara latar, gongseng, bel sapi
- Jerry Sudianto: gitar listrik, suara latar, gitar bolong 12 snar
- Cok Rampal: gitar bolong, mandolin, suara latar
- Bagoes AA: strings, synthelead, synthebrass, suara latar
- Iwang Noorsaid: keyboards, synthesizer, piano synthe, suara latar, rebana
- Arie Ayunir: rebana, tomtom, cymbal, drums, tamborin, gongseng, klonthongan sapi, china bell, kendang
- Jalu: rebana, tomtom, cymbal, drums, tamborin, gongseng, klonthongan sapi, china bell, kendang, budhist pot, woodblock

Juru rekam suara: Danny Lisapaly, Ronald Parinsi
Tata Suara: Heirrie Buchaery
Pendukung Artistik: Cok Rampal
Photografi dan Disain sampul: Dik Doank

Album Hijau merupakan album Iwan Fals yang nyleneh disamping album Cikal. Sungguh lepas patern Iwan Fals selama ini ketika menikmati album ini. Cover album dengan dominasi warna hijau, tergambar sekelompok anak sedang bermain "engklek" (jawa).
Membaca sleevenya juga cukup mumet dengan typografi yang gak beraturan.

Album ini direkam live recording di Studio Musica pada bulan Juni 1992, berisikan 7 track dengan urutan:
01 Lagu Satu
02 Lagu Dua
03 Lagu Tiga
04 Lagu Empat
05 Lagu Lima
06 Lagu Enam
07 Hijau

Menikmati album ini kita disuguhi sebuah musik progresif ala Iwan Fals.

Lagu Satu berdurasi 6 menitan, dibuka dengan gitar akustik dan perkusi jalu dan Arie Ayunir merupakan karya Iwan Fals yang bercerita tentang bagaiman manusia harus menyikapi hidup dengan penggalan lirik:
Jalani hidup
Tenang tenang tenanglah seperti karang
Sebab persoalan bagai gelombang
Tenanglang tenang tenanglah sayang

Tek pernah malas
Persoalan yang datang hantam kita
Dan kita tak mungkin untuk menghindar
Semuanya sudah suratan

Oh matahari
Masih setia
Menyinari rumah kita

Tak kan berhenti
Tak kan berhenti
Menghangati hati kita

Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini
.................
......................

Lagu ini sungguh memberi inspirasi pada saat kita mengalami tekanan kehidupan.

Lagu Dua diawali dengan gitar akustik, menjadi lagu terpanjang di album ini. Lagu berdurasi 12 menitan ini imho merupakan lagu dengan warna progresif kental. Suara bertabrakan antara gitar listrik, bass, perkusi, keyboard dan gitar akustik sungguh nikmat sekali mengiringi lirik yang kuat.
Iwan Fals lagi-lagi bercerita tentang Jakarta, setelah bercerita tentang Jakarta yang genit dan tertatih-tatih di Album Mata Dewa lewat Berkacalah Jakarta, pada lagu dua ini Iwan Fals bercerita tentang Jakarta yang getir:

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan
..................
....................

Lagu Tiga berdurasi 5 menitan, merupakan lagu dengan eksplorasi gitar listrik dan koor.

Lagu Empat ciptaan Fajar Budiman merupakan lagu terpendek dalam album ini, Menikmati lagu ini serasa mendengar Vocal Group dengan iringan bass monoton dan perkusi mencuat kritikan terhadap pelaksanaan Pemilu saat itu.

Lagu Lima mencuat dominan dengan penonjolan bass dan perkusi dan koor yang menggetarkan pada bait:
..............................
Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan
Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan
..............................

Lagu Enam, ah mendengar karya Fajar Budiman ini memang terasa getir, pikiran saya menerawang ke masa kecil saat membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, kuda-kudaan dari pelepah daun pisang yang real saya alami, dan seperti tersadarkan akan kenyataan melihat anak saya bermain game dikomputer serta setumpuk mainan made in China. Lamunan itu digiring oleh ketukan perkusi yg ajeg dari Jalu dan Arie Ayunir.

Sekarang sulit membedakan
Mana mainan mana sungguhan
Semua mahal
Semua harus dibeli di toko toko penggoda hati

Minta ampun harga mainan kini
Ada yang seharga gaji menteri
Terbuat dari plastik maupun besi
Hanya untuk gengsi anak bayi


Track pamungkas dengan durasi cukup panjang sekitar 11 menitan dengan lirik pendek dan repetitif, Hijau diawali pukulan perkusi seperti marawis ditimpali dengan gitar/mandolin dan backsound gitar listrik, serasa akan mengajak dangdutan. Bercerita tentang kerusakan lingkungan.

Hutanku,
Rusak !

Langitku,
Bocor !

Udara yang aku hisap,
Tercemar !

Makanan yang aku makan,
Racun !

Hijau Hijauku Hijau
Hijau Hijau Dunia

Album hijau ini meskipun merupakan salah satu album favotit saya dari sekian banyak album Iwan Fals, namun dari sisi penjualan tidak terlalu sukses. CD nya sampai minggu lalu masih terlihat dibeberapa counter CD di Jakarta.
Jika ingin eksplor musik Iwan Fals yang lain dari yang lain, maka album ini sangat layak dinikmati dan dikoleksi.

Senin, 03 Desember 2007

Gambling with the Devil

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Hard Rock & Metal
Artist:Helloween
Heloween sepengetahuan saya adalah salah satu pelopor genre Power Metal, suatu genre yang relatif baru untuk kuping tua saya yang terbiasa dengan musik rock 70 an (claro).
Update ini saya dapatkan setelah gabung dengan beberapa milis, dan racun yang deras saya dapatkan di milis i-rock!.
Review album dahsyat ini dilakukan oleh rekan Steven Kasenda (salah satu founder i-rock!) dan telah diupload di http://sleazeglam.multiply.com/reviews/item/28 dan juga diposting di milis i-rock.

Inilah hasil review bro Steve:

HELLOWEEN
Gambling With The Devil
2007
Power Metal
SPV Records

Line up:
Andi Deris (v)
Michael Weikath (g)
Sascha Gerstner (g)
Markus Grosskopf (b)
Dani Loble (d)

Setelah meraup sukses dengan rilisan sekuel ketiga dari seri "Keeper of The Seven Keys", dimana sebetulnya saya sendiri tidak menyukai ide mereka ini awalnya karena terlalu berkesan ingin mengulang kejayaan era Kiske/Hansen, HELLOWEEN melanjutkan petualangan mereka dengan album terbaru "Gambling With The Devil". Materi yang variatif dan sangat dewasa menunjukkan kelas HELLOWEEN sebagai band legendaris yang mengokohkan genre power metal di dekade 80an dan tetap berkibar hingga detik ini.

Intro "Crack The Riddle" memperdengarkan bunyi-bunyian karnaval malam dan kemudian Biff Byford, salah satu dedengkot SAXON dan juga sahabat dekat HELLOWEEN, mengisi narasi sebagai prolog album.

"Kill It" digempur dengan riff gitar dahsyat yang bersahut-sahutan. Derap bunyi drum secepat kilat mengiringi lengkingan Deris yang membahana. Pada pertengahan lagu, tempo diperlambat dan sound keyboard terdengar tebal mengisi background lagu. Solo gitar ganas menyeruak diantara rhythm section yang padat. Vokal Deris cukup eksploratif di range atas maupun bawah dan komposisi nada agak thrashy untuk menambah kesan muram.

"The Saints", track yang sangat khas HELLOWEEN, dengan gebukan drum berkecepatan tinggi dan harmonisasi twin-guitar. Highlight lagu ini ada pada komposisi nada yang melodik pada Bridge dengan vokal low-range dan Chorus raksasa dengan vokal high-range. Sulit menemukan cacat di track panjang ini, salut buat Weikath atas kreativitasnya.

"As Long As I Fall", single pertama HELLOWEEN dengan dentingan suara piano beratmosfer gelap, sedikit mengingatkan pada track "Finale" milik L'ARC~EN~CIEL. Vokal Deris yang terbungkus dengan efek pada Verse terasa pas, dan juga sangat impresif pada saat menanjak Bridge menuju Chorus yang sangat komersil dan radio friendly.

HELLOWEEN tidak memberikan kita ruang untuk bernapas sedikitpun pada saat gebrakan drum Loble membuka "Paint A New World". Riff gitar yang gahar bergantian melesat dari speaker kiri dan kanan kemudian melebur di dalam rhythm section yang tebal dan eksplosif. Dari sisi tekstur lagu, terasa standar dan tidak ada yang spesial, namun kualitas songwriting masih tetap terjaga melalui komposisi nada yang rapi.

Kali ini seorang Grosskopf berhasil mempertontonkan kelihaiannya dalam menyusun nada demi nada membangun satu formasi tembang yang powerful dan melodik. "Final Fortune" terdengar sangat modern namun tetap diselimuti dengan aura klasik HELLOWEEN. Perhatikan juga Sing-along Chorus di lagu ini yang sangat cocok dibawakan pada saat konser maupun diperdengarkan di radio. Ini adalah track terbaik di album ini yang bisa disandingkan dengan mahakarya mereka, "Future World" dan "Power".

Bunyi lonceng bergema mengawali "The Bells of The 7 Hells" yang bernuansa gelap. Pendekatan Verse yang digunakan Deris memang agak mirip dengan "As Long As I Fall", warna kontemporer cukup kental dan banyak menggunakan nada minor. Interlude yang menarik dengan menyelipkan keyboard diantara riuh distorsi gitar. Chorus masih bercirikan gaya khas mereka dan cukup bagus.

Intro awal "Fallen To Pieces" mengalun dengan gemulai, vokal Deris bergerak lambat diiringi strumming clean guitar halus. Tempo yang pelan dengan Chorus yang sedikit mendayu-dayu agak sedikit mengingatkan pada band-band gothic metal Eropa. Rhythm section yang dipacu pada bagian tengah lagu sangat menarik untuk disimak namun selebihnya agak sedikit membosankan.

"I.M.E" memperlihatkan kombinasi gitar yang mematikan dari Weikath dan Gerstner. Lengkingan vokal Deris pada Chorus yang dilapis dengan backing vokal yang solid terasa membara. Deris sepertinya sangat menyukai komposisi lagu yang beraura gelap, terlihat dari beberapa track gubahannya yang memang sangat berbeda dengan era Hansen. Songwriting masih tetap konsisten namun tidak ada hooks yang catchy sehingga terkesan datar.

"Can Do It", track yang paling ceria dan komersil. Riff gitar yang penuh dengan melodi manis dan koor pada Chorus yang sangat uplifting. Lirik yang sangat inspiring dan menyemangati jiwa yang lelah tersurat jelas pada kalimat : "Well you can do it, there's nothing to it, when all others turn their backs on you, there is still yourself to prove it to that". Kudos to the mighty Weikath untuk ciptaan yang indah ini!

Akhirnya "Dreambound" menjawab keragu-raguan saya setelah tadi menyimak "Paint A New World" hasil kreativitas duo Gerstner/Weikath yang agak sedikit meredup. Coba tengok Chorus yang dibangun sangat megah dengan fondasi distorsi gitar yang ganas dan seruan vokal Deris yang menghanyutkan. Solo gitar khas HELLOWEEN lawas pun menghiasi interlude lagu ini. Luar biasa!

"Heaven Tells No Lies" mengembalikan musik HELLOWEEN modern ke koridor power metal khas Eropa. Setelah "Final Fortune", Grosskopf menunjukkan tajinya lagi dengan menulis lagu yang didominasi dengan riff gitar yang groovy dan punchy. Ditambah lagi dengan solo gitar yang meraung liar dan akrobatik, track ini memang seakan menjadi milik Gerstner dan Weikath.

Buat Anda yang memiliki versi special edition, ada dua track yang juga tidak kalah atraktif yaitu :

"Find My Freedom" cukup mengejutkan, bonus track seperti ini sudah selayaknya berada di jajaran tracklist utama. Highlight lagu ini terletak pada Chorus raksasa dengan Verse yang padat dan sarat akan aroma klasik mereka. Durasi yang cukup panjang memberikan banyak ruang untuk Weikath dan Gerstner bereksplorasi dengan solo-solo gitarnya.

Kombinasi twin guitar mewarnai bonus track berikutnya, "See The Night". Sama seperti "Find My Freedom", track ini berdurasi panjang, dijejali dengan hooks yang catchy, dan memperlihatkan duel Weikath dan Gerstner melesatkan solo-solonya dengan lincah secara bergantian hingga akhirnya menyatu dengan harmonis.

Kejeniusan punggawa metal asal Jerman ini dalam menciptakan susunan materi album yang seimbang akan membuat Anda larut dalam ketakjuban ketika menikmati album ini dari awal hingga akhir. Track bernuansa suram maupun riang gembira, progresi chord yang simple hingga kompleks, serta track bertempo tinggi hingga pelan, berhasil dicampur ke dalam satu wadah. Deris juga terlihat memberikan kontribusi yang besar pada sektor songwriting, namun akan lebih menarik apabila ada satu atau dua track yang dikerjakan bersama Weikath atau Grosskopf agar lebih variatif, karena selain "As Long As I Fall", yang lain masih terasa sedikit tawar.

"Gambling With The Devil" banyak menerapkan formula yang digali dari album-album awal mereka dan tentunya akan lebih mudah dicerna karena album sebelumnya dinilai agak eksperimental. Kerja keras Deris cs untuk tetap menopang nama besar HELLOWEEN patut mendapatkan acungan jempol, dan apabila mereka bisa menjaga konsistensi ini, bukan tidak mungkin bintang mereka akan bersinar kembali dan masa kedigdayaan dekade 80an tersebut akan terulang kembali. Buat yang menyukai power metal Eropa yang khas dengan melodi dan speed, album ini sangat layak untuk dimiliki, dan buat saya pribadi, ini adalah album terbaik era Deris dan juga berhak menduduki singgasana album metal terbaik rilisan 2007.

Rate : 9.5 / 10

Tracklist:
1. Crack the Riddle (Intro) - 0:52
2. Kill It (Deris) - 4:13
3. The Saints (Weikath) - 7:06 *
4. As Long As I Fall (Deris) - 3:41 *
5. Paint a New World (Gerstner/Weikath) - 4:27
6. Final Fortune (Grosskopf) - 4:46 *
7. The Bells of the 7 Hells (Deris) - 5:22
8. Fallen to Pieces (Deris) - 5:52
9. I.M.E. (Deris) - 3:46
10. Can Do It (Weikath) - 4:30 *
11. Dreambound (Gerstner/Weikath) - 5:57 *
12. Heaven Tells No Lies (Grosskopf) - 6:56 *

Disc 2 (Special Edition Only)

1. Find My Freedom (Japanese Bonus Track) - 6:28 *
2. See the Night (Bonus Track) - 6:04

*) Best track


Bagi yang sudah jadi contact, untuk icip-icip album Gambling with the Devil Disc 1 silahkan klik disini

Kamis, 22 November 2007

Kantata Takwa

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Kantata Takwa
Album Kantata Takwa
Tahun 1990

Musisi:
Iwan Fals: vocal
Sawung Jabo: vocal, rebana
S. Djody: Gitar listrik
Donnie Fatah: Bass
Jockie S.: Keyboard
Budi Haryono: Drum
Embong Raharjo: sax, Flute
Raidy Noor: Gitar akustik
Eet Syahranie: Gitar Listrik
Inisisrie: Perkusi

Produser: S. Djody
Produksi: PT. Airo Swadaya Stupa
Studio Rekaman: Gin's
Operator: Rudra
Penata Suara: Jockie S.
Penata Musik: Jockie S.
Ide Sampul Depan: S.A. Asmara
Perancang Grafis: WAW Production

Image and video hosting by TinyPic
CD Artwork

track list:
01.Kantata Takwa
02.Kesaksian
03.Orang-orang Kalah
04.Paman Doblang
05.Balada Pengangguran
06.Nocturno
07.Gelisah
08.Rajawali
09.Airmata
10.Sang Petualang

Sungguh beruntung saya mendapatkan kaset dan CD album ini. Pertama kali mendapatkan kaset di tahun 1990, dengan bonus sebuah tiket untuk konser di Senayan. (sayang saya masih sekolah di Padang, jadi gak duwe ragad untuk ngluruk ke Jakarta saat itu).
Image and video hosting by TinyPic
"Bonus Tanda Masuk"
Ini sebuah album yang sangat dahsyat dalam pandangan saya. Kerjasama Iwan Fals, Sawung Jabo, Setiawan Djody berlanjut dan bertemu dengan personil God Bless Jockie S serta Seniman besar WS. Rendra.

Inilah puncak kematangan Iwan Fals dan kawan-kawan, Lirik yang kuat dari WS. Rendra diekspresikan dengan luar biasa melalui vocal dan tata musik yang luar biasa megah.

Kaset Kantata Takwa ini meledak luar biasa, bahkan saya merasakan apa yang namanya beli kaset inden. Kalo inden karena barang impornya belum dateng itu biasa, kalo ini inden karena kehabisan stock akibat permintaan kaset yang luar biasa.
Kaset dominan warna kuning dengan cover Setiawan Djody, WS. Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo dan Jockie berjejer (Djody dan Jabo mengenakan surjan) dengan latar belakang sekat-sekat labirin dan tulisan Kantata Takwa (yg imho cocok untuk film India/dangdut) ini juga bisa digunakan sebagai entry pas konser Kantata takwa di Senayan.

Terdapat 10 lagu yang sangat kuat dalam album ini, kebanyakan dinyanyikan oleh Iwan Fals.

Track pembuka diawali dengan keyboard Jockie dan suara latar mbak Sunarti dan Kelompok Bengkel Teater, disambung dengan zikir dari Setiawan Djody Sawung Jabo dan Iwan Fals. Erangan gitar totok Tewel membelah dan diikuti bass dan perkusi yang seperti tabuhan rebana menyeruak magis dan religius. Vokal Iwan Fals terdengar bergetar seperti menangis diantara lantangnya vokal Setiawan Djodi dan lafaz suara orang mengaji dan berzikir.

...............
.................
Gerhana matahari kuasaMu
Bumi langit manusia ciptaanMu
Hari kiamat ada di tanganMu
Aku bersujud
.....................
...................
LaIllahaIlAllah
LaIllahaIlAllah
LaIllahaIlAllah
LaIllahaIlAllah
LaIllahaIlAllah
LaIllahaIlAllah

Kalau kita dengar dan resapi, bener-bener membuat merinding dan menangis.....

Track ke 2 Kesaksian menjadi lagu Indonesia favorit saya sepanjang masa, saya baru menyadari kekuatan puisi Rendra setelah dituangkan dalam lagu ini. Dibuka dengan ketukan piano/keyboard dan ucapan Aku Mendengar Suara...vocal latar yang lamat-lamat dari mbak Sunarti dan suara petikan gitar betul-betul membuat bulu kuduk berdiri. Paling merinding pada bait:

Mereka dihinakan
Tanpa daya
Ya tanpa daya
Terbiasa hidup sangsi

Orang orang harus dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
haaaa...haaaa...haaaaa
(Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi)

Lagu ini jeritan jiwa
Hidup bersama harus dijaga
Lagu ini harapan sukma
Hidup yang layak harus dibela
.......................

Track ke 3, Orang-orang Kalah, sebuah lagu yang ngerock banget, bercerita tentang orang-orang kalah

Track ke 4, Paman Doblang sesuai liriknya, tempo musiknya membawa kita kesuasana yang suram dan pengap. Gitar eet Syahranie menambah rasa kepengapan itu. Vocal Iwan Fals, Sawung Jabo dan mbak Sunarti ditingkahi perkusi inisisrie, betul-betul terasa mencekam diawal, namun memberikan suatu hal yang optimis pada bait:

Kesadaran adalah matahari
(Adalah matahari adalah matahari)
Kesabaran adalah bumi
(Adalah bumi adalah bumi)
Keberanian menjadi cakrawala
(Menjadi cakrawala menjadi cakrawala)
Dan perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Track ke 5, Balada Pengangguran sebuah lagu dengan beat yang mengajak bergoyang kecil meskipun liriknya tentang ke-putus asa-an. Suara Vocal Iwan fals, Sawung Jabo, Budi Haryono dan Jockie S. yang bersahut-sahutan serasa membawa kita tertawa menghadapi kepahitan, coba simak bait ini:
........................
Akan merampok takut penjara
Menyanyi tidak bisa
Bunuh diri ku takut neraka
Menangis tidak bisa
........................


Track ke 6, Nocturno lagu dengan tempo sedang dengan ketukan drum yang tegas dan raungan gitar S. Djody bercerita tentang situasi pendewaan terhadap materi yang menghilangkan akal sehat manusia.

Track ke 7, Gelisah merupakan ballad yang mengemukakan tentang kegelisahan manusia dalam mengarungi badai kehidupan. Diantara deru gitar listrik, gemuruh drum, keyboard, bas dan vocal lantang Iwan Fals, terselip nada-nada musik gamelan.
.................
Pada kelelawar ia mengadu
Pada lampu lampu jalan sandarkan angan
Pada nada nada lontarkan marah
Pada alam raya ia berterus terang

Aku gelisah (Aku gelisah)
Aku gelisah (Aku gelisah)

Orang muda penuh luka
Terkoyak nasib tertikam gelisah
Membalik hidup menerkam nasib
........................

Track ke 8, Rajawali, sebuah lagu dengan aksen garang dan tegas dari Gitar Eet Syahranie dan ketukan perkusi Inisisrie, bertutur tentang keteguhan sikap.

Satu sangkar dari besi
Rantai kasar pada hati
Tidak merubah rajawali
Menjadi burung nuri
................

Track ke 9, Diawali petikan gitar akustik Raidy Noor, Air Mata merupakan sebuah ballad yang menghanyutkan.

Track ke 10, Sang Petualang diawalin ketukan piano, disambut gitar garang Eet Syahranie merupakan lagu yang mengangkat tema tentang perjalanan manusia dalam mengarungi kehidupan.

.................
Sebebas camar engkau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seikhlas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap
.......................

Album ini bagi saya merupakan pemuncak dari seluruh rangkaian album Iwan Fals baik solo maupun bersama group. Masih banyak album Iwan Fals yang dirilis setelah Kantata Takwa seperti:
- Swami 2
- 1991
- Hijau
- Orang Gila
- Dalbo
- Kantata Samsara
- Belum ada judul
- Suara Hati
- Manusia 1/2 Dewa
- In Collaboration with....
- 50:50
Namun dalam pandangan saya sampai saat ini Kantata Takwa merupakan klimaks dari album-album Iwan Fals.

Dari seluruh album Iwan Fals yang dirilis (diluar kompilasi), kalo boleh menyarankan maka CD Album Kantata Takwa, Swami 1 dan Mata Dewa adalah wajib untuk dimiliki (meskipun susah sekali mendapatkan CD ini). Sedangkan yang lainnya kalo ada CD nya ya miliki juga karena Iwan Fals adalah suatu fenomena dalam musik Indonesia.
Sayang sampai November 2007, Musica belum meremaster album Iwan Fals mulai dari album Sarjana Muda s/d album 1910. Entah kapan...........

salam,
DananG

Rabu, 14 November 2007

Swami

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Swami
Album SWAMI
Tahun 1989
Label: Airo Swadaya Stupa records
Eksekutif Produser: Setiawan Djody
Musisi:
Iwan fals: vocal, gitar akustik, harmonika, koor
Nanoe: bass, koor
Innisisri: drum, perkusi, koor
Sawung Jabo: vocal, gitar akustik
Naniel: vocal, flute, koor

musisi tambahan:
Tatas : Keyboard, paiano, koor
Jerry : Gitarlistrik, koor
Susan, Yos dan Nini: koor

Mixed: Rudra & SWAMI
Graphic design: WAW Production
Photography:

track list:
01 Bento,
02 Bongkar,
03 Badut,
04 Eseks.. Eseks... Udug... Udug... (Nyanyian Ujung Gang),
05 Potret,
06 Bunga Trotoar,
07 Oh Ya,
08 Condet,
09 Perjalanan Waktu,
10 Cinta.


Setelah meledaknya album Mata Dewa diiringi ekses pelarangan tour 100 kota, malahan membuat Iwan Fals dapat memulai suatu rangkaian perjalanan yang semakin dahsyat.
Pada tahun yang sama dengan rilis Mata Dewa 1989, Iwan Fals memulai kolaborasi awal yang dahsyat dengan musisi-musisi idealis Nanoe, Innisisri, Sawung Jabo dan Naniel dalam suatu band bernama Swami dan merilis album s/t.
Album yang diproduksi oleh Airo Swadaya Stupa Records ini bersampul hijau dengan tulisan bermotif batu relief SWAMI dengan foto personilnya bercelana jeans telanjang dada, dalam persepsi saya macho sekali.
Sebagai strategi dagang, daya magnet Iwan Fals dimunculkan, dengan menuliskan nama Iwan Fals pada cover albumnya.
Lagi-lagi album ini meledak dipasar, dengan penjualan kaset dalam jumlah yang luar biasa saat itu.

Terdapat 10 lagu kuat dalam album ini, kebanyakan dinyanyikan oleh Iwan Fals kecuali lagu Bento (bersama Sawung Jabo dan Naniel), Badut (Sawung Jabo), Eseks.. Eseks... Udug... Udug... (Nyanyian Ujung Gang) (Naniel), dan Cinta (bersama Sawung Jabo).

Track pembuka diawali dengan bas yang monoton, menyeruak lirik yang kenes dan klop dengan maraknya trend eksekutif muda pada saat itu. Ya inilah lagu Bento yg sangat fenomenal, lagu yg akan menghangatkan suasana kala dibawakan dipanggung maupun nyanyi rame-rame diujung jalan. Karena pasti akan disambut dengan teriakan bareng pengikutnya dengan teriakan asyiiikkk......


Track kedua Bongkar menjadi lagu yang sangat agitatif bagi pendengarnya, lagi lagi diawali dengan bas yang monoton dan ketukan perkusi yang repetitif disambut dengan vocal Iwan Fals yang kharismatik.

Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
................
.........................
..............................

Seperti halnya bento lagu ini menjadi lagu panggung yang sangat dahsyat.


Track ke 3, Badut dinyanyikan oleh Sawung Jabo dengan ritme rock'n'roll dengan lirik tentang kemunafikan manusia

Track ke 4, Eseks.. Eseks... Udug... Udug... (Nyanyian Ujung Gang) dinyanyikan oleh Naniel dengan gaya seperti Vocal group yang marak di tahun 80 an awal, bercerita tentang kerusakan lingkungan yang parah...

Track ke 5, Potret bercerita tentang sifat manusia yang semakin dibutakan oleh urusan duniawi.

Track ke 6, diawali piano dengan gaya rock'n'roll lirik yang pedas, Bunga Trotoar bertutur tentang maraknya pedagang kaki lima yang mesti diobrak abrik oleh petugas keamanan.

Bunga bunga kehidupan
Tumbuh subur di trotoar
Mekar liar dimana mana

Langkah langkah garang datang
Hancurkan wanginya kembang
Engkau diam tak berdaya

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar
........................

Track ke 7, Oh...Ya!, sebuah lagu dengan warna country dengan suara latar para istri (Susan, Yos & Nini) ini bercerita tentang angan-angan kehidupan pengangguran yang cuman bisa berkhayal.



Track ke 8, Condet merupakan sebuah ballad yang sangat manis bercerita tentang ketakutan akan hilangnya keasrian lingkungan
...........
................
Roda teknologi
Enyahkan pedati
Bias rumah kaca
Lubangi paru bumi

Syair Ronggowarsito
Jerit dan keringat
Gemuruhnya Rolling Stones

Api revolusi
Haruskah padam
Digantikan figur yang tak pasti

............................

Track ke 9, lagi-lagi sebuah ballad apik yang diawali dengan tabuhan perkusi dengan ritme yang menggetarkan. track ini merupakan salah satu track favorit saya. coba simak liriknya.

Pagi telah datang
Matahari datang
Jelata lewati hari
Bersetubuh dengan waktu

Wajah wajah legam
Matanya membara
Membakar bayangan palsu
Peti mati diatas langit

Oh mereka dihantam kenyataan
Oh mereka teriak!

Orang orang kalah
Tak bisa bicara
Tanyakan pada dunia
Benarkah mereka kalah
Benarkah mereka kalah

Menanti batas
Batas segala yang tidak ada batasnya
Menanti akhir
Akhir segala yang tidak ada akhirnya

Waktu berlalu
Waktu berpacu

Doa doa apa saja
Caci maki apa saja
Doa doa apa saja
Caci maki apa saja

Doa doa apa saja
Caci maki apa saja
Doa doa apa saja
Caci maki apa saja

pas bagian Doa doa apa saja, Caci maki apa saja dengan ritme yang repetitif dan semakin cepat, sungguh magis sekali, seperti alunan zikir yang membuat trance.

Track 10, Cinta meskipun lagu dengan ritme yang sangat monoton dan repetitif, namun merupakan track yang paling menggetarkan dari album ini.
Coba dengarkan lagu ini dengan hati yang kosong dan mata terpejam.
Pada saat memasuki bait Tuhan ya Tuhan, Cinta ya cinta goyangkan badan kekiri dan kekanan mengikuti ketukan perkusinya.

Seperti halnya album Mata Dewa, album ini sangat layak untuk dimiliki.
Dalam format kaset saya masih melihatnya di beberapa Counter CD/Kaset, sedangkan format CD belum pernah melihatnya lagi.


Senin, 12 November 2007

Mata Dewa

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Album Mata Dewa
Tahun 1989
Label: Airo
Eksekutif Produser: Setiawan Djody
Musisi:
- Ian Antono
- Bagoes AA
- Herrie
- Uce Haryono

Album Production Coordinator: Sofyan Ali
Album Cover: Wikky Martakusumah
Photography: Anton Susilo dan Jay Sugilar

track list:
01 Mata Dewa,
02 PHK,
03 Nona,
04 Air Mata Api,
05 Bakar (Timur Tengah II),
06 Puing,
07 Berkacalah Jakarta,
08 Yang Terlupakan,
09 Perempuan Malam,
10 Pinggiran Kota Besar.

Pertama kali saya punya dalam format kaset, dan baru tahun lalu saya dapatkan versi CD nya, itupun CD 2nd.
Album Mata Dewa bagi saya merupakan album musik Indonesia yang mengagumkan, sisi rock Iwan Fals muncul total pada album ini.
Meskipun album ini bukan pertama kalinya Iwan Fals bekerjasama dengan Ian Antono (kolaborasi sebelumnya dalam album Sumbang dan 1910), dengan arranger Ian Antono, dibantu musisi Herrie, Uce Haryono, dan Bagoes AA intensitas rocknya mencuat keras, Vocal Iwan Fals lebih terasa bertenaga. Iwan Fals berani mengeksplorasi rentang suaranya, mulai dari nada-nada rendah hingga yang keras melengking.

Dari sisi design cover oleh Wikky Martakusumah berupa mata yang tajam menyeruak pada album ini juga menyempal dari design cover album pada umumnya di Indonesia saat itu yang kebanyakan bersampulkan gambar penyanyinya.
Inilah album Iwan Fals yang pertama kali diproduksi oleh label AIRO Records, dengan Produser Eksekutif Setiawan Djody dan Album Production Coordinator Sofyan Ali

Album ini sangat fenomenal, baik dari sisi idealisme dan pemasaran yang meledak. Saat itu direncanakan diiringi Tour 100 kota, namun sayang tour batal dilaksanakan karena terganjal oleh perizinan saat itu.

Terdapat 10 track di album ini dengan beberapa lagu baru yaitu Mata dewa, Nona, Air Mata Api, Perempuan Malam dan Pinggiran Kota Besar. Sisanya adalah lagu lama yang diaransemen ulang dengan warna rock yang kental dan gaya vokal Iwan Fals yang berbeda

Dibuka dengan track yang sama dengan judul abum Mata Dewa, dengan intro yang terasa megah, lagu dengan tempo pelan ini ditingkahi dengan lengkingan backing vocal Setiawan Djody dan raungan gitar Ian Antono, menjadi lagu pembuka yang menjanjikan.

track kedua PHK sebelumnya muncul pada album Wakil Rakyat (1987), musiknya menggambarkan kegeraman akan nasib seorang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja klop sekali dengan Lirik yang kuat khas Iwan Fals. rasakan kegeraman yang muncul pada lagu ini

.......................
......................
Sedanau nanah dari matamu
Tak mampu jatuhkan hati mereka
Serimba luka didalam jiwa
Juga tak berarti
...........................
...........................

Track ke 3 Nona, menjadi lagu yang paling saya kurang sukai dari album ini, terasa lembek walaupun tetap dengan warna Iwan Fals.

Track ke 4 Air Mata Api merupakan lagu yang paling saya senangi dari album ini, garang sekali musik dan liriknya

Aku adalah lelaki tengah malam
Ayahku harimau ibuku ular
Aku dijuluki orang sisa sisa
Sebab kerap merintih kerap menjerit
.................................
................................

Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Orang sisa sisa menangis
Orang sisa sisa menangis

Air matanya
Air matanya
Air matanya
Apiiiiii
.....................

saya inget, Di video klipnya Iwan Fals terlihat sampai keluar urat lehernya pas bawain lagu ini, mantabbbb

Track ke 5, Bakar sering disebut juga Timur Tengah II sebelumnya muncul dalam album Aku Sayang Kamu (1986), dengan gitar khas Ian Antono dan keyboard bersahut-sahutan.

Track ke 6 Puing, yang pernah muncul di album sumbang ini menjadi lebih terasa menyesakkan di album Mata Dewa ini. Petikan gitar Ian Antono dan pukulan drum seperti genderang perang membalut kekuatan lirik tentang keputus asaan dan kesia-siaan perang.

.........................
........................
Lidah anjing kerempeng
Berdecak keras beringas
Melihat tulang belulang
Serdadu boneka yang malang

Tuan tolonglah tuan
Perang dihentikan
Lihatlah ditanah yang basah
Air mata bercampur darah

Bosankah telinga tuan
Mendengar teriak dendam
Jemukah hidung tuan
Mencium amis jantung korban

Jejak kaki para pengungsi
Bercengkrama dengan derita
Jejak kaki para pengungsi
Bercerita pada penguasa
( Bercerita pada penguasa )

Tentang ternaknya yang mati
Tentang temannya yang mati
Tentang adiknya yang mati
Tentang abangnya yang mati
Tentang ayahnya yang mati
Tentang anaknya yang mati
Tentang neneknya yang mati
Tentang pacarnya yang mati
( Tentang ibunya yang mati )
Tentang istrinya yang mati

Tentang harapannya yang matiiiiiiiii

..........................
...........................

Backing vocal Ian antono mengisi sempurna lengkingan Iwan Fals.

Track ke 7, Berkacalah Jakarta pernah muncul pada album sugali (1984) dengan arranger yang sama Ian Antono, namun lagu yang bercerita tentang kota Jakarta yang tertatih-tatih ini terkesan lebih garang namun genit dialbum ini.
......................
Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari
Bila luka di kaki belum terobati
Berkacalah Jakarta
.....................

Track ke 8 Yang Terlupakan, merupakan ballad yang sebelumnya muncul pada album Sarjana Muda (1981), diawali dengan denting piano Bagoes AA, diikuti lirik yang tajam penuh rasa bersalah sungguh menghanyutkan sekali. Vocal Iwan Fals terasa lebih tegas dibandingkan pada album Sarjana Muda. lagu ini jadi semacam anthem jika lagi nongkrong bareng temen-temen diujung jalan, koor bareng yang mengasyikkan
..........................................
Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda seribu sesal didepan mata
Seperti menjelma waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa

Oh maafkanlah
Oh maafkanlah

Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
............................

Track ke 9 Perempuan Malam, tersamar Warna India dalam ketukan perkusi dan efek sitar klop dengan lirik yang bercerita tentang kepedihan perempuan malam yang susah untuk lepas dari belenggu kehidupan. simak penggalan lirik ini:

...............................
Semua noda coba dibersihkan
Namun masih saja terlihat kotor
Karena kereta kirimkan debu
Yang datang tak mampu ia tepiskan

Perempuan malam kenakan handuknya
Setelah usap seluruh tubuhnya

Hangatkan tubuh di cerah pagi
Pada matahari
Keringkan hati yang penuh tangis
Walau hanya sesaat

Segelas kopi sebatang rokok
Segurat catatan yang tersimpan
Perempuan malam menunggu malam
Untuk panjangnya malam
.............................

Track penutup, Pinggiran Kota Besar dibuka dengan gitar Ian Antono, dan ketukan drum yang ajeg, lagu ini bercerita tentang lingkungan yang rusak di pinggiran kota besar.

Secara keseluruhan album ini sangat layak untuk dimiliki.

link icip-icip Bang Karim http://borneoclassicrock.blogspot.com/2010/03/iwan-fals-mata-dewa.html