Whre Jazz Finds A Home
Kamis, 08 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Java Jazz Festival 2012 #2
Sabtu hari ke 2 Java Jazz Festival, dalam perhelatan JJF tahun 2012 yang semakin ramai, setelah dipuaskan oleh Al Jarreau semalam, kami berencana menonton:
- 15:45 - 16:45 Indonesian Youth Regeneration
- 17:00 - 18:15 Laura Fygi
- 18:15 - 19:30 George Duke Trio
- 19:30 - 20:45 Tribute To Utha Likumahuwa
- 20:45 - 22:00 The Manhattan Transfer
- 22:00 - 23:15 David Sanborn
- 23:15 - 00:45 Herbie Hancock
Cuaca sore cerah mengiringi kami ke venue dikawasan Kemayoran. Setelah sejenak melihat Indonesian Youth Regeneration, kami segera bergegas menuju D2 Djarum Super Mild Hall. Laura Fygi sudah tampil dengan formasi Big Band. Terus terang saya kurang kenal dengan sosok Laura Fygi ini, namun melihat menikmati penampilannya, terasa vocal nya terasa begitu mengalir bening.
Laura Fygi
Sebelum Laura Figy selesai, kami bergegas menuju C2 Hall mengejar George Duke Trio yang kemarin tampil gila-gilaan barengan Al jarreau.
George Duke
Di stage yang tidak terlalu besar Trio ini mengisi penuh panggung dengan hentakan fusion yang dahsyat, serta akrobat solo bass, drum dan keyboard/piano layaknya music Jazz, sehingga teriakan puas penonton terus menerus membahana. Diakhir penampilan George Duke Trio kedatangan tamu vocalis berambut kriwil Chante Moore dan saxophonis Everette Harp yang tampil menggetarkan, dan juga sebagai kejutan Phil Perry juga tampil sebagai guest star.
Itulah jazz yang selalu penuh kejutan dan cair sekali untuk setiap musisi saling mengisi.
George Duke Trio feat Chante Moore & Everette Harp
Rencana untuk nonton Tribute To Utha Likumahuwa menjadi buyar setelah melihat antrian penonton untuk The Manhattan Transfer, khawatir ketinggalan kami pun langsung bergabung antri di D1 Tebs Hall.
The Manhattan Transfer
Pengorbanan yang tidak sia-sia, The Manhattan Transfer tampil prima mendemonstrasikan olah vocal yang menakjubkan dari 4 vocalisnya. Janis Siegel, Tim Hauser, Alan Paul dan Margaret Dorn (menggantikan posisi Cheryl Bentyne yang sedang sakit).
The Manhattan Transfer yang sudah memasuki usia 40 tahun, tidak kehilangan sentuhan harmonisasi vocal yang saling mengisi, tampil seolah memasuki lorong waktu, pertunjukan mengalir selama hampir 2 jam.
Dibuka dengan Birdland, akrobat vocal susul menyusul di lagu Operator, Gloria, Java Jive, On a Little Street in Singapore, Mystery, Smile Again, Soul Food to Go, hingga Boy from New York City pun menghipnotis penonton.
Diujung pertunjukan mereka ber pamitan meninggalkan panggung, namun Peter Gontha (founders JJF) naik ke panggung memanggil mereka kembali dan memberikan award Hall of Fame JJF atas dedikasi dan konsistensi The Manhattan Transfer mendukung Java Jazz Festival. Tim Hauser sendiri dalam sambutannya merasa lebih tersanjung dari pada saat menerima Grammy...:)
Setelah pemberian award, akhirnya The Manhattan Transfer pada encore, menutup konsernya dengan Twilight Zone.

The Manhattan Transfer
Setelah eargasme dengan The Manhattan Transfer berrikutnya kami pindah ke D2 Djarum Super Mild Hall untuk menonton jagoan alat tiup David Sanborn. Sungguh sangat berbeda dengan cover kaset yang saya lihat tahun 80 an, David sanborn terlihat kurus dan tua..dan Fusion yang dibawakan juga tidak meledak-ledak.
David Sanborn
Sebelum David Sanborn selesai, Kami kembali menuju D1 Tebs Hall untuk nonton jawara lulusan gerombolan dedengkot fusion Miles Davis, siapa lagi kalo bukan Herbie Hancock , musisi kontroversial yang suka mengaduk-aduk berbagai elemen suara.
Tampil berempat meskipun musiknya menghentak, entah karena faktor kecapaian banyak penonton yang nonton sambil berbaring leyeh-leyeh. Barulah saat Cantaloupe Island penonton terlihat bersemangat.
Herbie Hancock

Herbie Hancock
Dari suasana malam itu, terdapat kecenderungan penonton Indonesia kebanyakan lebih suka music jazzy dengan vocal dibanding yang bermain instrumentalia.
Meskipun masih terdapat beberapa performer setelah itu, namun kami memutuskan pulang, untuk rencana gowes pagi di Car Free Day Jalan Suprapto.
Java Jazz Festival 2012 #3
Hari ke 3 Java Jazz Festival, badan mulai terasa pegel-pegel setelah mengalami 2 malam yang menguras stamina, serta kurangnya waktu istirahat.
Hari Minggu pada perhelatan terakhir JJF tahun 2012, kami berencana menonton:
15:15 - 16:30 Bobby McFerrin
16:15 - 17:30 Barry White Show & The Pleasure Unlimited Orchestra
17:30 - 18:45 Dave Koz
18:45 - 20:00 Simon Grey Live feat Tony Momrelle with Special Guest Indra Lesmana
20:15 - 21:15 Oele Pattiselanno Quintet feat Bujana
21:30 - 22:30 Phil Perry
Ditengah hujan rintik, saat sampai ke venue sudah jam sudah berada pada pukul 16.00, berfikir bahwa sudah datang terlambat namun masih berharap masih sempet nonton Bobby McFerrin. Ternyata saat itu Bobby McFerrin belum mulai...wah ada apa ini?, JJF yang terkenal tepat waktu bisa molor juga.
Bobby McFerrin
Kondisi yang menguntungkan buat kami yang datang telat. Sewaktu masuk D2 Djarum Super Mild Hall, kaget juga..kok di panggung tertata peralatan music ala big band?, apakah Bobby McFerrin akan meninggalkan ciri khasnya?
Namun saat pertunjukan dimulai ternyata Bobby McFerrin tetap tampil seperti biasa hanya bermodal vocal ajaib, serta tepukan-tepukan pada dada ala penari saman yang memaksa mengundang decak kagum ribuan penonton yang memenuhi hall.
Lagu Spain yang biasa saya dengar versi Chick Corea atau Al Jarreau disuguhkan dalam versi yang berbeda secara luar biasa oleh Bobby McFerrin.
Kolaborasi mengejutkan saat puluhan penari kecak, lengkap dengan teriakan cak...cak...cak.. berpadu dengan vocal Bobby....luar biasa membuat merinding...
Karena punya feeling Barry White Show & The Pleasure Unlimited Orchestra sudah terlewatkan, maka sasaran berikutnya adalah Dave Koz........namun ternyata Barry White Show & The Pleasure Unlimited Orchestra masih tampil dipenghujung acara, dan kamipun memutuskan kembali ke D2 Djarum Super Mild Hall untuk menikmati goyangan Swing out Sister (yang saya cuman tahu lagu "Break Out").
Swing Out Sister
Meskipun cukup menghentak, namun sebagian penonton yang tadinya berjubel, setelah 3 lagu banyak yang meniggalkan arena, sehingga kamipun bisa nonton sambil rebahan..(jaan gak mutu nonton festival kok rebahan...:))
Swing Out Sister
Akibat melesetnya jadwal, sasaran nonton pun jadi berantakan, akhirnya kami batal ke Dave Koz, Simon Grey Live feat Tony Momrelle with Special Guest Indra Lesmana dan Oele Pattiselanno Quintet feat Bujana.
Kami pun segera menuju C2 Hall untuk nonton Chante Moore feat Everette Harp yang dihari kedua menjadi guest star George Duke Trio.
Chante Moore
Vocalis wanita berambut kriwil kaya Indomie Goreng ini mempunyai range vocal yang luar biasa, yang memaksa penonton memberikan standing ovation.
Sebagai penutup sesuai sasaran kami berpindah ke C1 First Media Hall untuk Phil Perry. Diusia sekarang sekelebatan mirip The Godfather Don Corleone, namun dalam urusan vocal memang dia sang Godfather itu.
Phil Perry The Godfather
Vocal mautnya menghipnotis ribuan penonton yang memadati C1 First Media Hall, ditandai dengan tanpa banyak penonton yang beranjak keluar hingga akhir show.
Dibuka After the Dance, disusul Just My Imagination (yang biasanya saya dengar versi Rolling Stones),disusul Perfect Island Night.
Pada sesi berikutnya Phil Perry mengundang saxophonis Michael Paulo untuk berkolaborasi membawakan If Only You Knew dan The Best of Me yang sangat akrab dengan penonton Indonesia.
Setelah Ride Like The Wind , nomor ballads Lala membuat C1 First Media Hall membahana dengan koor massal wanita yang hadir.
Phil Perry pun pamitan setelah nomor It Takes A Fool.. namun teriakan we want more...curanmor yang membahana membuat Phil Perry kembali kepanggung untuk It Might Be You yang sungguh dinantikan penonton....lagi-lagi koor massalpun pecah di C1 First Media Hall...
Phil Perry
Phil Perry The Godfather
Setelah Phil Perry menuntaskan show nya kami segera rehat dan memutuskan pulang, mengingat senin adalah hari kerja (sambil bersenandung lagu Boomtown Rats, I Don't Like Monday)...
Sempet mampir ke stand Warta Jazz, dan tak terduga mendapat buku Queen "Queen: The Ultimate Illustrated History of the Crown Kings of Rock" Phil Sutcliffe...
3 malam yang melelahkan jasmani, namun menyegarkan rohani...
Terima kasih Java jazz Festival, Bulan mendatang kembali ke selera asal, Anthrax, Iron Maidens, Dream Theater, YES serta Hammersonicfest menunggu....\m/




Jumat, 02 Maret 2012
Java Jazz Festival 2012 #1
![]() |
| Al Jarreau |
Setelah nonton Jeff Lorber, sasaran utama malam itu memang Al Jarreau yang tampil sebagai special show. Melewati antrian yang cukup panjang, saya pun berkorban melewatkan Rieka Roeslan demi Al Jarreau.
![]() |
| Al Jarreau |
Adapun list hari kedua yang pingin ditonton:
15:45 - 16:45 Indonesian Youth Regeneration
17:00 - 18:15 Laura Fygi
18:15 - 19:30 George Duke Trio
19:30 - 20:45 Tribute To Utha Likumahuwa
20:45 - 22:00 The Manhattan Transfer
22:00 - 23:15 David Sanborn
23:15 - 00:45 Herbie Hancock


