Kemenangan ini menipiskan ketinggalan Lakers dari Celtics menjadi 1-2.
Pertandingan berjalan ketat, sehingga akhir kuarter pertama kedua tim bermain sama kuat dengan perolehan poin 20-20.
Memasuki kuarter kedua Lakers mulai menjauh dan unggul 43-37, namun di kuarter tiga Celtics ngebut sehingga membalikkan kedudukan 62-60.
Di kuarter penutup perolehan poin berlangsung alot, dan Lakers mampu mengejar Celtics.
Yang menarik di kuarter ini adalah melihat bagaimana kecerdikan Kobe dalam memanfaatkan 24 detik offensif, 4 point krusial saat waktu tinggal menyisakan kurang dari 2 menit.
Kobe seperti mengulur waktu hingga detik ke 22 saat melesakkan bola dua kali berturut-turut.
Pengaturan ritme ini jelas menghambat upaya Celtics untuk dapat mengejar angka.
Disamping Kobe, Sasha Vujavic bermain cemerlang dengan tembakan 3 angka yang akurat.
Masih ada game berikutnya untuk menentukan tim mana yg memenangi 4 game duluan, sehingga berhak atas kampiun NBA musim ini.
Game ke 4 masih dilangsungkan di kandang Lakers.
Dulu ditahun 80an, entah kenapa saya sangat berfihak kepada Lakers dalam rivalitas ini. Profil Kareem Abdul Jabbar lah yg membuat saya mendukung Lakers dalam hati saat itu.
Nonton NBA saat ini, saya seperti gak punya tim favorit, nonton NBA tidak lagi menginginkan tim tertentu untuk menang, sehingga adrenalin saya terasa kurang muncrat.
Namun bagi saya nonton NBA tetaplah menjadi hiburan yg menyenangkan.
I Love This Game!!