Senin, 18 Februari 2008

Susah juga ternyata mencari CD Indonesia second

Tahun 90 an adalah periode dimana paling vakum dalam menyimak/menikmati musik pada diri saya. Banyak yang saya tidak ngeh dengan perkembangan musik pada periode ini, baik musik manca maupun musik Indonesia.
Setelah ikut beberapa milis barulah sedikit demi sedikit ingin napak tilas ke tahun 90 an yang ternyata banyak melahirkan album hebat.
Untuk musik manca ternyata tidak terlalu sulit untuk napak tilas, informasi di internet serta CD remasternya baru maupun second relatif mudah ditemukan di pasaran.
Untuk musik Indonesia ini yang relatif susah. Album-album itu sudah banyak yang OOP, dan untuk mencari dibursa CD bekas ternyata juga tidak banyak tersedia, kalopun ada muahallllll. (pernah lihat CD Grass Rock dibandrol diatas 150 rebu).
Sabtu 17 Feb 2008 kemarin menyusuri bursa CD bekas Jl. Surabaya, Jatinegara dan Blok M, cuman melihat beberapa CD Indonesia dan anehnya beberapa diantaranya harga dibandrol diatas CD baru album yg sama di CD Store. Gimana harga CD yg udah OOP? pasti muahalll (kayak Grass Rock).

Karena gak nemu yg Lokal, akhirnya ambil beberapa album Santana:
  • Blues for Salvador
  • all that i am
  • Milagro
  • Illuminations
Dengan harga 40 rebu per CD nya.

Langkah selanjutnya menuju ke Aquarius Mahakam, sekalian pingin makan GulTik di Jl. Mahakam. Lumayan dapet 3 Album Sujiwo Tejo:
  • Pada suatu Ketika 45 rebu
  • Pada Sebuah Ranjang 45 rebu
  • Syair Dunia Nyata 35 rebu
Lumayan untuk napak tilas musik Indonesia.

Minggu, 17 Februari 2008

Ngonthel ke Kantor




Bersepeda ke Kantor
...........................................
Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride my
Bicycle races are coming your way
So forget all your duties oh yeah!

Sepenggal potongan lirik lagu Queen yg dipetik dari album "Jazz"

Sebenernya keinginan bersepeda kekantor sudah muncul sejak mas Gatot Widayanto memposting tentang nikmatnya Bikin' & rockin' di milis i-rock! . Bagaimana setiap selasa dan Jum'at mas Gatot selalu bersepeda dari kawasan Jakarta Selatan ke projectnya di gedung Indosat. Nggowes sambil menikmati Marillion, Kamelot, Genesis dan lain-lain wuiih top markotop.

Keinginan itu juga muncul karena bersepeda merupakan salah satu kegiatan fav saya dimasa sekolah tahun 80 an disamping basket, serta sebagai upaya therapy pemulihan cedera kaki yang saya alami akibat bermain basket 2 tahun yang lalu, dimana achiles tendon kaki kanan saya putus, sehingga mengalami kelambanan reflex pada kaki kanan saya pasca operasi.

Pada saat niat ini saya sampaikan tahun lalu kepada istri saya, masih belum disetujui karena alasan crowdednya lalu lintas jakarta.
Nah pada saat ada acara Indonesian Consumnity Expo pada Desember tahun 2007, saya ajak istri saya mampir ke Stand B2W, yang memberikan gambaran bahwa bersepeda di Jakarta bisa dilakukan secara menyenangkan.
Perhatian tertuju pada Banner dengan foto wanita belia dengan tulisan "Dia pun bersepeda ketempat kerja. Bagaimana dengan Anda?.
Ini menjadi semacam dorongan tambahan untuk memutuskan B2W.

setelah ICE 2007 kami mampir ke Toko Sepeda di bilangan Taman Sari untuk membeli Sepeda dan aksesorisnya. Selama libur cuti massal akhir Desember 2007 saya gunakan untuk pengenalan sepeda dan jalurnya, meskipun kagok juga diawal, maklum sudah lama tidak bersepeda.
Pada tahun 2008, tepatnya pada 2 Januari 2008, Bersepeda ke Kantor saya mulai. berangkat dari kawasan Sumur batu sekitar pukul 5.30-6.00, perjalanan ke kantor di Kawasan harmoni membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Jika saya bawa mobil membutuhkan waktu sekitar 20 menit dalam kondisi lancar (kalo macet?), dan jika naik kendaraan umum bisa lebih dari 30 menit.
Untuk Jersey, karena badan saya agak oversize, maka saya pilih jersey bola. Pilihan jatuh pada jersey away Chelsea bukan karena saya fansnya Chelsea, namun lebih karena warnanya yg stabilo, lebih mencolok mata saat gelap.
Saya ambil 3 jersey 30 an ribu Chelsea replika Drogba, Cole dan polos, serta 1 jersey Arsenal Away warna Kuning (yg lama) replika Henry.

Pagi saat berangkat terasa lebih segar, pas pulang agak terasa kurang nyaman karena terasa asap polutan knalpot kendaraan bermotor terkonsentrasi secara penuh.
Untuk menghindari polusi saya menggunakan masker dan banyak melewati gang kecil yang banyak terdapat dikawasan Kemayoran dan Pasar Baru (Moga-moga makin banyak orang Jakarta yang bersepeda ke Kantor, biar asap polutannya berkurang)

Hasilnya sampai saat ini,
- tubuh terasa lebih fresh
- reflex pergelangan kaki semakin membaik (untuk turun tangga saya sudah bisa jinjit),
- lebih irit (beli pertamaxnya jadwalnya jadi lebih panjang).

jadi ayo teman-teman, Bersepeda ke Kantor mengapa tidak?

Kamis, 14 Februari 2008

Belum Ada Judul

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Setelah mengeksplorasi bunyi dengan berbagai musisi, kali ini Iwan Fals tampil memunculkan diri sendiri.
Inilah full album Iwan Fals pertama kali yang seluruhnya merupakan nomor akustik (album akustik berikutnya adalah Manusia 1/2 Dewa).
Album ini dari peralatan musik sangat sederhana, hanya ada iringan gitar akustik dan harmonika yang dimainkan sendiri.
Dalam sampul kasetnya terdapat prakata dari Fajar Budiman sebagai berikut:
Sebagai bagian dari penyaksi perjalanan sosok Iwan Fals, memiliki sebuah kerinduan terhadap bentuk kesederhanaan yang mendalam.

Disini kita bisa lebih bisa menikmati Iwan Fals dalam dirinya secara utuh dan polos.

Lagu yang tersaji dalam album yang digarap tahun 1992 ini adalah:
01 Belum Ada Judul,
02 Besar & Kecil,
03 Ia Atau Tidak,
04 Mereka Ada Di Jalan,
05 Potret
06 Di Mata Air Tidak Ada Air Mata,
07 Ikrar
08 Aku Disini
09 Mencetak Swah
10 Panggilan Dari Gunung,
11 Coretan Dinding,

Dari rangkaian lagu yang ada track favorit saya adalah "Mereka Ada Di Jalan" sangat getir terasa.
Sepakbola adalah kegemaran Iwan Fals dan jutaan rakyat Indonesia. Inilah lagu perih tentang hilangnya lapangan sepakbola yang ditelan pembangunan. sangat relevan dengan sebab kenapa sukar sekali menemukan bibit unggul untuk PSSI, gimana mau muncul kalo mau main aja gak ada lapangannya.
Menyimak liriknya bagi generasi sekarang yang mengenal sosok Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Elly Aiboy dll. Nama-nama dilagu ini mungkin agak asing (Ramang, Abdul Kadir, Ronny Paslah, Iswadi Idris, Ricky Jacobi, Nobon, Yudo Hadianto, Herry Kiswanto, Rully Nere, Sucipto Suntoro, Marzuki Nyakmad), namun nama ini sangat lekat terpatri didada penggemar bola saat itu.
perhatikan liriknya:

Mereka Ada Di Jalan
------------------------------------
Pukul tiga sore hari
Di jalan yang belum jadi
Aku melihat anak anak kecil
Telanjang dada telanjang kaki
Asik mengejar bola

Kuhampiri kudekati
Lalu duduk di tanah yang lebih tinggi
Agar lebih jelas lihat dan rasakan
Semangat mereka keringat mereka
Dalam memenangkan permainan

Ramang kecil Kadir kecil
Menggiring bola di jalanan
Rulli kecil Ricki kecil
Lika liku jebolkan gawang

Tiang gawang puing puing
Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita
Yang nampak mata hanya
Para pembual saja

Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini di jalan ini

Bola kaki dari plastik
Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati
Sebab terkena bola
Tentu bukan salah mereka

Roni kecil Heri kecil
Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil
Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Iswadi kecil
Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil
Terkam bola jatuh menangis

Minggu, 27 Januari 2008

PROGNITE

Start:     Feb 8, '08 8:00p
Location:     VIKY SIANIPAR MUSIC CENTER, Jl. MinangKabau Timur 43.
woro-woro dari IPS (Indonesian Progressive Society)

PROGNITE IS BACK!!!!!!!

Featuring:
- Vuga,
- TIKA & PENDULUM plus RIFKY and
- FANTASIA GUITAR COMPETITION.

FDC : Rp 50.000 & Rp 20.000 (Student).

BE THERE OR BE SQUARE!!!!!!!!!!!!!!

Rabu, 23 Januari 2008

Yang mau nonton Helloween

dari www.solucite.com Buat yang mau beli ticket Helloween


Helloween Hellish Rock

Ticketbox
HTM :

- Festival = Rp 200.000
- Tribun = Rp 175.000

Ticket Box available at :

JAKARTA :

Solucite (7262183)
Aquarius Mahakam (7208413)
Aquarius Pd Indah (7238760)
Duta Suara Sabang (31925471)
Duta Suara Plaza Senayan (5725319)
Duta Suara Mal Taman Anggrek (5639427)
Duta Suara Mal Kelapa Gading (45853708)
Duta Suara Plaza Indonesia (31927995)
www.detik.com (7044473)
Music Klub (70934179)
Ibu Dibyo (31931178)
www.rajakarcis.com (8282137)
Music Plus Sarinah (3902759)
Music Plus Blok M Plaza (7209385)
Music Plus Mal Taman Anggrek (5639297)
Music Plus Mal Kelapa Gading (4529630)
www.tiketnonton.com (7229535)
Monster Invasion (08561771571)
www.cdbyfanatics.com (0816855726/68800441)
Twins Music (08129709469)
Pojok Karcis (7258626)
Ish Kabible (08129268837)
DapurLetter.com (0856 1112051, 021-920 69153)

BOGOR :

Duta Suara Eka Lokasari (362971)

TANGERANG :

Duta Suara Lippo Karawaci (5462066)

BANDUNG :

www.tiketnonton.com (91123913)
Hard n Heavy (42228855)

SURABAYA :

www.rajakarcis.com (70785757)
Inferno (5946750)
Paradigma Records (5914170)

YOGYA / KLATEN / SOLO :

Holy Fresh Rock (0272-554872 / 08179451138)
ANT Studio (081808854117)

MALANG :
Ticket Master (480297 / 081876837)

SEMARANG :

Strato Studio (3510057 / 08182494111)

More Info :
SOLUCITE : 021-7262183




Selasa, 18 Desember 2007

Orang Gila

Rating:★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Tahun 1994
Label:Harpa (Kaset)
Label:Nirvana (CD-2001)

Musisi:
- Iwan Fals
- Billy J. Budiharjo
- Rere,
- Gideon Tengker,
- Budi Bidhun,
- Eddy Kemput,
- Dian Pramana Putra

track list:
01 Orang Gila
02 Awang-Awang
03 Satu-Satu
04 Lagu Cinta
05 Doa Dalam Sunyi
06 Lingkaran Hening
07 Puisi Gelap
08 Menunggu Ditimbang Malah Muntah

Lagi-lagi Iwan Fals mengeksplorasi corak musiknya. Album ini merupakan kolaborasi baru antara Iwan Fals dengan musisi-musisi rock seperti Rere, Gideon Tengker, Eddy Kemput
Mendengar lagu pembuka "Orang Gila" yang terdengar seperti lagu "dance" / new wave 80 an, terkesan menjadi hidangan pembuka yang tidak membangkitkan selera.

Kesan ini pupus setelah mendengar track ke 2 Awang awang. Musik bermetamorphosis menjadi sebuah nomor dengan balutan Rock kental lewat Drum Rere dan Gitar Eddy Kemput. Sapuan dua personel band progresif rock asal Surabaya Grass Rock ini membuat lagu ini terasa bertenaga.

track ke 3, sebuah ballad dengan harmonisasi petikan gitar, tamborine dan perkusi yang membalut keindahan lirik yang bercerita tentang proses regenerasi secara alami yang berjalan sangat mulus tanpa gejolak. Lagu ini menjadi favorit saya dalam album ini

track ke 4 menunjukkan bagaimana kepiawaian Iwan Fals dalam menyanyikan sebuah lagu cinta tanpa harus menjadi lembek dan cengeng.

Suara keyboard, dan ditingkahi petikan halus gitar pada track ke 5 doa dalam sunyi merayap pelan mendaki dipandu ketukan drum.

track ke 6 Lingkaran hening seolah-olah masih nyambung dengan lagu doa dalam sunyi. Didominasi dengan piano dan keyboard yang mengawal vocal Iwan Fals yang terasa parau dan bergetar.

track ke 7 Puisi Gelap lebih tepat disebut sebagai Iwan fals membacakan puisi karya Sawung Jabo dibandingkan sedang menyanyikan lagu. Sesuai judulnya ini betul-betul bernuansa gelap sekali.

track ke 8 merupakan sebuah nomor akustik khas Iwan Fals, dengan gitar akustik sesekali muncul suara keyboard dikejauhan, lagu ini seperti bertutur.

Pada versi CD terdapat 2 lagu tambahan yang dipetik dari album akustik "Belum Ada Judul" yaitu Ia atau tidak dan Panggilan Dari Gunung.

Secara keseluruhan album ini menggambarkan bagaimana eksplorasi Iwan Fals yang tiada henti, namun album ini beredar setelah beberapa monster album Iwan Fals keluar. Bagi pendengar yang sudah terpatri dengan kedahsyatan album Mata Dewa, Swami, Kantata Takwa, Hijau dan Cikal maka album ini akan terasa tawar.

1991

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Iwan Fals
Tahun 1991
Label:RPM (CD)
Label:Indo Music Box (Kaset)
Musisi:
- Iwan Fals
- Totok Tewel
- Cok Rampal
- Mates
- Gilang Ramadhan
- Embong Raharjo
- Andi
- Yunus
Operator / Mixing : Fender Sang Penyair
Direkam di : Gins Studio
Desain Grafis: Work Gallery
Tata Suara: Heirrie Buchaery
Photografi: Harry Suliztiarto
Ilustrasi Cover: Anissa Cikal Rambu Basae

track list:
01 Intro
02 Untuk Yani
03 Cikal
04 Pulang Kerja
05 Alam Malam
06 Ada
07 Untuk Bram
08 Cendrawasih
09 Proyek 13
10 "....."

Setelah merilis album group bersama Swami dan Kantata Takwa, Iwan Fals
kembali mengeluarkan Solo Album pada tahun 1991, yang bertitel "1991".
Album ini sering disebut juga album "Cikal". Tulisan Cikal ini sendiri muncul dalam ilustrasi sampul albumnya, berupa lukisan karya putri Iwan Fals, Anissa Cikal Rambu Basae. Lukisan ini bergambarkan petani, kerbau, ular dan tikus yang juga terpapar dalam lirik lagu berjudul Cikal.

Ini merupakan album Iwan Fals yang secara lirik banyak menggunakan simbol, yang akan sulit dipahami kalau cuma mendengar sambil lalu.
Lirik ini juga akan membawa kepada makna yang berbeda-beda bagi setiap orang yang mengintepretasikannya.
Dengan berkolaborasi dengan musisi yang banyak bermain di jalur Jazz (Mates, Gilang dan Embong), warna jazz pada album ini juga sangat terasa .

Dirilis dalam bentuk Kaset oleh Indo Music Box, dan dalam bentuk CD beberapa tahun kemudian oleh RPM. Dalam format CD kualitas rekamannya agak kemresek dan miskin informasi (gak ada sleevenya).

Pada periode 1989 s/d 1992 mengikuti Iwan Fals kita diaduk-aduk dengan pola yang berbeda. Mata Dewa, Swami, Kantata Takwa, Cikal, Hijau merupakan album Iwan Fals dengan kolaborasi berbagai aliran. Sebuah eksplorasi yang tiada tara.

Diawali dengan Intro, vocal yang terasa berat dengan iringan gitar akustik bercerita tentang suatu pencarian, sangat pas dengan pencarian pada album ini.

Dalam gelap kuberjalan
Membelah belantara akal
Sendiri
Sendiri
Selalu sendiri

Pada terang kumerenung
Mencari kesejatian
Mencari
Mencari
Selalu mencari

Pada ruang
Pada waktu
Aku ingin datang
................


Track ke 2, Untuk Yani dimulai dengan bunyi-bunyian yang mengingatkan pada musik untuk reog ponorogo, merupakan lagu dengan beat rock.
Lagu ini ditelinga saya masih berpola seperti lagu-lagu di album Swami, pengaruh gitar elektric Totok Tewel dan ketukan cymbal Gilang terasa dominan.
Liriknya sendiri dalam interpretasi saya bercerita tentang arus urbanisasi, maraknya warga untuk sekolah, namun terasa pesimis menghadapi masa depan.

Track ke 3, Cikal, Lagu akustik dengan ritme sederhana dengan dominasi kocokan gitar akustik dan harmonika, namun membuat dahi berkerut untuk memaknai liriknya yang penuh bahasa simbol dunia fabel Harimau, Kerbau, Ular Sanca, Tikus Sawah yang merupakan titik keseimbangan dan kearifan hidup di alam timur.
Musiknya terasa bagai air mengalir, yang tiba-tiba terjun (efek timpani Totok Tewel) dan mengalir lagi........

Track ke 4, Pulang Kerja, juga mirip dengan lagu Cikal, Sebuah nomor yang menceritakan tentang keseimbangan alam dengan petikan gitar akustik dan dilatar belakangi slide guitar.

..................
Duhai langit
Duhai bumi
Duhai alam raya (aku terkesima...)
Kuserahkan ragaku padamu (aku terkesima...)
............................

Track ke 5, Diawali dengan tiupan saxophone Embong Raharjo, Lagu Alam Malam, sekilas mengingatkan pada lagu-lagu dari Sting di album The Dream of Blue Turtle.
Lagu berdurasi 8 menit 57 detik ini menjadi track terpanjang di album ini. Track ini bernuansa jazz kental lewat bass Mates, ketukan Drum Gilang Ramadhan serta liukan Saxophone Embong

...........................
Menjadi anak alam lahir diujung malam
Bumi bunda bapak angkasa
Merasakan udara membawa peristiwa
Merenungkan pengalaman
......................

Track ke 6, Ada menjadi sebuah nomor yang paling aneh dalam album ini, benturan suara vocal dan instrument yang timbul serasa membawa kita berada dalam suatu ritual pada sebuah kuil kuno.
Dengan lirik yang repetitif Ada yang ada, Ada yang tak ada, Nyatanya ada, Nyatanya tak ada....., Antara ada, Antara tak ada, Ada antara, Diantara ada dan tak ada.....dengan latar suara erangan dan raungan.

Track ke 7 Untuk Bram mirip-mirip dengan lagu Alam Malam.
Didominasi dengan flute Embong, track ini merupakan lagu lirih yang terasa perih. Dan pada menit ke 3 detik ke 18, tiba-tiba telinga kita disentak dengan suara instrumen yang saling bertabrakan hingga ke menit ke 4 detik 6.

.......................
Lakon selesai
Penonton pulang kerumahnya
Membawa hati yang bertanya tanya tanya
Siapa tadi yang menjadi korban
Dijawabnya tanya tanya

Pertanyaan abadi ditanyakan lagi
Tanyakan tanyakan tanyakan tanyakan
..............................

Track ke 8 Cendrawasih, Warna jazz rock fusion mencuat pada track ini, betotan bass Mates, ketukan drum Gilang Ramadhan dan Flute/Saxophone Embong terasa dominan membalut guitar rock Totok Tewel.

...............................
Sayap sayap cinta bagaikan cendrawasih
Di buru luka karena keindahannya
Kesadaran bersinar dengan merdeka
Nyanyi jiwa melebihi tanya

Ada apa gerangan wahai cendrawasih ?
Lingkar matamu hitam letih batinmu
Beratkah deritamu wahai cendrawasih ?
Murung paruhmu kicaukan keluh

Ada apa gerangan ?
...................


Track ke 9 Proyek 13, Sebuah lagu dengan warna jazz rock fusion mencuat dengan suara saxophone yang meliuk-liuk seperti ritme reog ponorogo. Dengan lirik yang lugas dan menukik, bercerita tentang kekhawatiran akan tekhnologi nuklir.


Track penutup, '.........' Merupakan lagu penutup dari rentetan album ini, liriknya menjawab intro pada track 01. Musiknya menggiring kita seolah berjalan pulang seperti film vampir cina yang berjalan melompat diiringi pawanganya

Sendiri
Sendiri

Pada ruang
Pada Waktu
Aku sudah datang

Bertanya..
Bertanya..
Selalu bertanya..


Album ini merupakan salah satu album Iwan Fals yang cukup asing ditelinga bagi kebanyakan penggemarnya. Sampai sekarang saya pribadi meskipun sangat menikmati namun masih merasa susah untuk memaknai liriknya.

Berbeda dengan CD Mata Dewa, Swami dan Kantata Takwa yang langka, di Jakarta masih terdapat beberapa CD Cikal di store musik +, Disc Tarra maupun Duta Suara.
Jika menjumpainya saya rekomendasikan untuk memungut dan mengkoleksinya.