Selasa, 03 Juni 2008

80 an

Dekade 80 an merupakan masa dimana saya memperoleh titik awal dalam hal kesukaan yang terbawa hingga saat ini.
Didekade 80 an saya kenal dengan musik rock yang sangat saya nikmati hingga saat ini, di masa ini pula pertama kali saya nonton basket lewat TVRI bagaimana permainan basket itu menjadi suatu tontonan dan olahraga yang mengasyikkan.
Pada era inilah terdapat rivalitas antara Los Angeles Lakers dan Boston Celtics, yang membuat saya sangat menyukai olahraga basket.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana Earvin Magic Johnson melakukan sihirnya lewat passing ajaib.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana Kareem Abdul Jabbar melakukan Skyhook yang mematikan.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana James Worthy melakukan Dunks yg ganas.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana Larry Birds melakukan 3 points shoot dengan sangat akurat.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana Robert Parish begitu dominan dibawah ring.
Saat itu saya terpana melihat bagaimana pelatih flamboyan Pat Riley memberi komando pemain Lakers.
Itulah momen dimana saya begitu terpikat dengan permainan basket ini.
Dominasi NBA telah berubah setelah era 80 an, Chicago Bulls (Jordan-Pippen), Detroit Pistons (Bad Boy team), Houston Rockets (Olajuwon), San Antonio Spurs (Twin Towers Duncan-Robinson) silih berganti. Lakers sendiri sempat menjadi kampiun di 1999-2001 (Shaq, Kobe dan Rodman)
Setelah terakhir bertemu di final tahun 1986-1987 Lakers & Celtics
akan bertemu lagi dalam rivalitas. Mereka kembali bertemu di final tahun ini.
Apakah Kobe Bryant-Pau Gasol cs akan menjadi kampiun?, Atau Kevin Garnett cs yang akan merengkuh gelar pertama sejak tahun 1985.
It's a showtime.......
Mo ambil cuti ah.......

Rabu, 28 Mei 2008

"31 Hours Non-Stop Jazz Concert"

Start:     May 30, '08 3:00p
End:     May 31, '08 10:00p
Location:     Food Court Wisata Makanan, lantai dasar JaCC, Grand Indonesia, Jakarta
Info dari http://www.kjk.web.id/


Dalam rangka Ulang Tahun Komunitas Jazz Kemayoran ke-4, tim KJK mempersembahkan sebuah gelaran spektakuler pemecahan rekor konser jazz terlama selama lebih dari 31 jam nn-stop, yang akan dicatat MURI dan Lembaga Rekor.

Kapan? Dari Jum'at 30 Mei 2008 jam 15.00 WIB, hingga Sabtu 31 Mei 2008 jam 22.00 WIB
Di mana? Food Court Wisata Makanan, lantai dasar JaCC, Grand Indonesia, Jakarta

Artisnya? Lebih dari 41 band akan tampil, termasuk para senior macam Idang Rasjidi, Harry Toledo, dan lain-lain.

Harga tiket? GRATIS! Yang penting Anda tahan 31 jam menyaksikan kehebatan para musisi jazz muda beraksi.

Oke, ditunggu ya!

Daftar Performer:

1 30/JUMAT Beben Quartet Feat Tami & Ade Oxa(15.00 - 15.45)
2 30/JUMAT Idang Rasjidi(15.45 - 16.30)
3 30/JUMAT Imel dan Konco-konco( 16.30 - 17.15)
4 30/JUMAT Jose & Friends(17.15 - 18.00)
5 30/JUMAT Solat Et Lunar(18.00 - 18.45)
6 30/JUMAT Swing Connection Feat Sophie(18.45 - 19.30)
7 30/JUMAT Laili & Friends(19.30 - 20.15)
8 30/JUMAT Zarro(20.15 - 21.00)
9 30/JUMAT Jazzyphonic( 21.00 - 21.45)
10 30/JUMAT Zinnia(21.45 - 22.30)
11 30/JUMAT Vodka(22.30 - 23.15)
12 30/JUMAT Jazz Perhaps(23.15 - 24.00)
13 31/SABTU Endah & Rhesa(00.00 - 00.45)
14 31/SABTU The Solvegio Quintet(00.45 - 01.30)
15 31/SABTU Tembang Pribumi(01.30 - 02.15)
16 31/SABTU Peppy Probo & Ines(02.15 - 03.00)
17 31/SABTU Sonny & Friends(03.00 - 03.45)
18 31/SABTU Bicara (KJ Chicks)(03.45 - 04.30)
19 31/SABTU D'Effect(04. 30 - 05.15)
20 31/SABTU Blues Brothers(05. 15 - 06.00)
21 31/SABTU Ayunk Trio(06.00 - 06.45)
22 31/SABTU Ilman & Friends(06.45 - 07.30)
23 31/SABTU Starlite(07. 30 - 08.15)
24 31/SABTU Situs(08.15 - 09.00)
25 31/SABTU Sketsa(09.00 - 09.45)
26 31/SABTU Calamari Trio(09.45 - 10.30)
27 31/SABTU Gadsby(10.30 - 11.15)
28 31/SABTU Notturno Feat Frankie Sirait(11.15 -12.00)
29 31/SABTU Dadu(12.00 - 12.45)
30 31/SABTU New Kids On The Bop(12.45 - 13.30)
31 31/SABTU Harry Tuledo & Community(13. 30 - 14.15)
32 31/SABTU Jazzmatic(14. 15 - 15.00)
33 31/SABTU Chroma(15.00 - 15.45)
34 31/SABTU Capri Band(15.45 - 16.30)
35 31/SABTU Mainstream Band(16.30 - 17.15)
36 31/SABTU Laconieck (17.15 - 18.00)
37 31/SABTU Ade Trio (18.00 - 18.45)
38 31/SABTU Dissonath(18. 45 - 19.30)
39 31/SABTU Soul Blend(19.30 - 20.15)
40 31/SABTU Veena Passion(20.15 - 21.00)
41 31/SABTU Van Alloy Big Band(21.00 - 22.00)

-kjk-

Salam
Komunitas Jazz Kemayoran

Senin, 26 Mei 2008

Opini

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Iwan Fals
Mendengar pengumuman kenaikan harga BBM, minggu kemarin tiba-tiba saya teringat dengan lagu Galang Rambu Anarki, yang dalam salah satu liriknya berujar tentang harga BBM yang melambung tinggi.

Inilah album kedua Iwan Fals dengan label Musica setelah Sarjana Muda.
Kental dengan petikan & kocokan gitar akustik serta violin oleh Luluk Purwanto album yang dirilis tahun 1982 ini terdiri dari 9 lagu, dengan tracklist:

01 Galang Rambu Anarki,
02 OAM,
03 Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu,
04 Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi,
05 Sapuku Sapumu Sapu-sapu,
06 Opiniku,
07 Ambisi,
08 Tak Biru Lagi Lautku,
09 Tarmijah dan Problemanya.

Album ini didukung oleh musisi:

* Willy Soemantri
* Sofyan Aldin
* Norman
* Herry Anggoman
* Luluk Purwanto
* Hedick's
* Iwan Fals


Lagu pertama Galang Rambu Anarki, dengan dominasi petikan gitar akustik bertutur tentang anak pertama Iwan Fals (alm Galang Rambu Anarki) yg kelahirannya ditandai dengan kenaikan harga BBM.
Simak bait lirik:

.............................
Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM melambung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi

..................

Lagu kedua Obat Awet Muda dengan warna country yang dibangun dari kocokan banjo Cok Rampal dan liukan biola Luluk Purwanto, menimbulkan kesan genit membungkus lirik tentang dunia perselingkuhan Oom dan Tante-tante dengan daun muda...

Lagu ketiga Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu merupakan lagu cinta khas Iwan Fals dengan tempo lambat. Lagu ini juga pernah diremake ditahun 1989 dengan memberi raungan gitar listrik yang terasa lebih dramatis.

Lagu keempat Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi, lagi-lagi dengan warna country bercerita tentang keprihatinan Iwan Fals terhadap rusaknya lingkungan akibat pembalakan liar (hehehehe 26 tahun sudah, ternyata pembalakan liar masih saja marak........)
simak penggalan liriknya:
.................
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja

Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti
.................

Lagu kelima Sapuku Sapumu Sapu Sapu diawali dengan erangan perih harmonika bercerita tentang orang-orang yang sering terlupakan dari perhatian kita.

Lagu keenam Opiniku terdengar akustikan dari Biola, Gitar, Harmonika serta bas bercerita tentang bagaimana manusia kadang Bahkan lebih keji dari binatang.

Lagu ketujuh Ambisi, sangat memacu optimisme
..........................
Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

Sinar terang lampu mercuri
Pasti akan engkau dapati
Tentu berbekal ambisi
Tentu tak tinggal ambisi

Tak bermata
Pandang dunia dengan jiwa
Tak bertelinga
Jangan cepat kecewa

..................

Saya pingin lagu ini suatu saat diremake dengan balutan musik Rock (seoerti pada album Mata Dewa, Swami atau Kantata Takwa), pasti akan bikin merinding...

Lagu kedelapan Tak Biru Lagi Lautku, sekali lagi menampakkan sosok Iwan Fals yang sangat concern terhadap masalah lingkungan Hidup (Ingat full album Hijau yg
sangat progresif itu)
.......................
Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Itu dahulu
Berapa tahun yang lalu
Cerita orang tuaku

Sangat berbeda
Dengan apa yang ada

Tak biru lagi lautku
Tak riuh lagi camarku
Tak rapat lagi jalamu
Tak kokoh lagi karangku
Tak buas lagi ombakmu
Tak elok lagi daun kelapaku
Tak senyum lagi nelayanku
Tak senyum lagi nelayanku

Lagu terakhir Tarmijah Dan Problemnya merupakan lagu akustik (ada dua album Iwan Fals full akustik dikemudian hari "Belum Ada Judul" dan "Suara Hati"), bercerita tentang derita PRT.

Lagu-lagu di Album ini, masih sangat relevan dengan kondisi sekarang.
Sayang sampai saat ini hanya tersedia dalam format kaset . Kalo rajin nyeker, di beberapa album kompilasi dalam format CD materi dialbum ini sudah terangkum.

Jumat, 23 Mei 2008

Pengaruh kenaikan harga BBM?


Kenaikan harga BBM pasti akan menimbulkan efek multiplyer dengan naiknya harga barang lain (Sembako, Transportasi, dll).
Apakah itu akan menaikkan harga CD Impor?, CD Lokal? DVD atau kaset baru?
Apakah itu akan menaikkan harga CD bekas / kaset bekas/DVD bekas?
Secara daya beli sebagian masyarakat semakin terkonsentrasi kekebutuhan primer, apakah akan menurunkan demmand terhadap CD/DVD/Kaset baru maupun bekas?
mari-mari kita tunggu...........
Ntar malem mo ngimpi harga CD/DVD turun........

Rabu, 21 Mei 2008

Olahraga yuuuuk




Kesibukan bekerja di Jakarta sering membuat sebagian orang lalai dalam menjaga kondisi fisik dengan berolahraga.
5 hari bekerja, didera kemacetan di belantara jalanan Jakarta sepanjang perjalanan menuju dan dari kantor, akan menjadi pengesahan balas dendam tidur di Sabtu dan Minggu, sehingga semakin mengurangi minat berolahraga.

Beruntung di kantor saya, tersedia 1/2 lapangan basket, yang bisa digunakan untuk berbasket ria setiap Selasa dan Jum'at sore.
Lumayan bisa keringetan, bergerak dan berteriak melepas kesumpekan.
....

Untuk Kaum Muda (for the youngsters)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Documentary
A Documentary of Aktuil-Indonesian Pop Magazine

Saya mendapatkan DVD ini, saat acara prognite tahun lalu.
Sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang eksistensi majalah Aktuil (saat majalah ini berjaya, saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan ingat bagaimana majalah ini mempengaruhi gaya hidup Oom saya saat itu, rambut gondrong, kemeja lengan panjang dibuka kancing atasnya, sepatu hak tinggi, celana cutbray dengan saku model gentong, Gambar Setrika, Poster dua sisi--> paling inget "make love not war").

Dibuka dengan lagu sepenggal lagu Burn dari konser Deep Purple di Senayan, dilanjutkan dengan cerita dari beberapa tokoh yg menjadi saksi keberadaan majalah Aktuil, yaitu Ilham Affan, Andy Julias, Remy Silado, Donny Fatah, Denny Sabri, Bens Leo dll.
Film Dokumenter ini menggambarkan bagaimana Aktuil sebagai satu majalah, menjadi trendsetter baik musik maupun mode saat itu, yang menempatkan Bandung sebagai kiblatnya.
Disini juga diceritakan tentang Konser Deep Purple di Jakarta, juga sekelumit cerita ttg tewasnya crew DP Patrick Collins.
Aktuil sendiri limbung di pertengahan 70 an, dengan hengkangnya beberapa awaknya, seperti Remy Silado disusul Denny Sabri.
Penerbitan akhir, porsi musik semakin berkurang dan oplahpun menurun.

Film yang disutradarai dan Diproduksi oleh Erfan Agus Setiawan, dengan riset yang menawan, penulis dan editor Erfan Agus Setiawan dan Arif basuki serta narasi dari Denny Sakrie ini berdurasi sekitar 45 menit, dan dihiasi lagu-lagu tahun 70 an.