Rabu, 05 Januari 2011

CD Kelelawar Malam-Kelelawar Malam


Album Kelelawar Malam
Tahun 2010
Jenggo Records

Tracklist:
01-Malam Terkutuk
02-Suzannakenstein
03-Malam Jumat Kliwon
04-Kengerian
05-Kafir
06-Ratu Kegelapan
07-Palu Keadilan
08-Bangkit Dari Kubur
09-Suara Kegelapan
10-Kelelawar Malam
11-Reptilia Menyerang
12-Malam Mencekam

CD Seringai-High Octane Rock


Album High Octane Rock
Tahun 2004

Tracklist:
01-Lycanthropia pt.1
02-Puritan
03-Akselerasi Maksimum
04-Alkohol
05-Membakar Jakarta
06-Lencana
07-Jealous Again
08-Lycanthropia pt.2

CD Revenge-Prelude to Omega


Album Prelude to Omega
Tahun 2010
Sepsis Record

01-Angelos: Elucidate Destruction of Existence (Intro)
02-Xenophobic
03-Servants of The Myth
04-The Antipope
05-Procreation The Illumination of Deviance
06-Heaven's on Fire
07-Massacred in the Name of God


CD Edane-Edan

Album Edan
Tahun 2010
Logiss Records

Tracklist
01-The Undefeated
02-Best of Me
03-Living Dead
04-Comin' Down
05-Said I'm Alive
06-Jadi Beken
07-No More Tired Life
08-Tell Me Why
09-What You're Gonna Say
10-Lamin of Peace
11-Tell Me Why (minus one vocal)
12-Said I'm Alive (minus one guitar solo)

Review

CD Frau-Starlit Carousel



Album Starlit Carousel
Tahun 2009
Cakrawala Records

Tracklist
01-I'm a Sir
02-Mesin Penenun Hujan
03-Salahku, Sahabatku
04-Rat and Cat
05-Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa
06-Glow

Dikutip dari http://yesnowave.com/?p=531

Frau adalah Leilani Hermiasih. Anaknya biasa saja. Lani berusia 21 tahun. Lulusan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta yang saat ini duduk di bangku Jurusan Antropologi UGM. Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi kibordis ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di segala cuaca dan suasana layaknya musik pop ampuh pada umumnya.


Frau muncul ditengah maraknya solois-solois perempuan muda yang leluasa memainkan alat musik sambil bersenandung menjeritkan imajinasi, perasaan atau lika-liku hidupnya didepan mikrofon dan kamera mungil yang tertanam di laptopnya. Sebuah aktivitas privat diluar rutinitas yang tak jarang tersiar di situs-situs dunia maya hingga ajakan ajaib untuk unjuk gigi diatas panggung. Sebagian lagu dalam album ini sebelumnya pernah direkam seadanya dan beredar luas di kalangan muda-mudi di Yogyakarta. Namun, tidak semua orang memiliki pendengaran yang ramah menerima rekaman ‘seadanya’. Untuk itulah album ini dirilis dan disebarkan untuk dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.

‘Starlit Carousel’ juga dirilis dalam keping CD oleh Cakrawala Records yang didistribusikan oleh Demajors. Versi fisik ini tentu saja dikemas eksklusif dengan kejutan yang berbeda dengan versi digital. Meskipun sosoknya lugu dan biasa saja, Frau telah siap melancarkan sebuah serangan umum 11 Maret dengan anggun dan bersahaja. (Wok The Rock)

Kamis, 18 November 2010

CD Zoo-Trilogi Peradaban


Album Trilogi Peradaban
Tahun 2009
http://yesnowave.com/

Tracklist

CD 1-Neolithikum (Trilogi Peradaban Babak Satu)
01-Manekin Bermesin
02-Halilintar
03-Menyudahi Gelap
04-Misantrophi
05-Kupu-Kupu
06-Berkibarlah Benderaku
07-Lalat-Lalat
08-Takluk

CD 2-Mesolithikum (Trilogi Peradaban Babak Dua)
01-Di Masa Depan
02-Merdeka
03-Buldoser
04-Kelana
05-Perang, Saudara!
06-Manusia-Manusia Kecil
07-Para Raksasa
08-Eskalator

CD 3-Palaeolithikum ( Trilogi Peradaban Babak Tiga)
01-Gisa-gisa (Tarian Penyambutan)
02-Doa Pengampunan
03-Luluh Lantak
04-Kelak
05-Ke Medan Perang
06-Epilog: Yang Berpulang


dari: 

Saat selesai membangun konsep dan konstruksi fisik netlabel ini dan mulai mencari artis untuk dirilis, pikiran saya langsung tertuju pada sebuah rilisan mandiri berwujud CD-R dari mini album Zoo yang bertajuk Kebun Binatang. Disaat kendurnya skena musik eksperimental di Jogja, band ini masih berkeliaran dan bahkan memproduksi sebuah album. Di antara band noise-rock yang pernah hadir di Jogja, Zoo menawarkan sebuah ramuan yang cukup signifikan. Dari awal penampilan sebelumnya yang sangat noise dan eksperimental lalu menuju struktur yang lebih berpola pada math-rock hingga kemudian ‘pencerahan’ merasuk melalui konsep musik tradisional baik instrumen, pencitraan, wacana, performa hingga konten dalam syair lagu-lagunya. Sebuah ramuan crossover yang jarang dilakukan dengan berhasil oleh musisi-musisi di luar dunia kesenian dan pendidikan musik di Jogja. Karakter seperti ini adalah salah satu hal yang saya butuhkan saat membangun label rekaman ini.

Album full-length perdana dari Zoo kali ini adalah sebuah album konsep dalam format trilogi. Koleksi lagu dibagi menjadi tiga CD/Folder yang dianalogikan melalui zaman peradaban. Dari 22 lagu, 7 lagu diantaranya adalah materi lama. Karakter tradisionalisme makin terlihat pada lagu-lagu baru, bahkan pada beberapa lagu memiliki gaya musik yang cenderung ‘tradisionil’. Untuk mempertahankan konsep crossover yang kontemporer, tentu saja hal ini bisa lebih diperhatikan supaya tidak terjerumus pada bentuk musik tradisional yang kuno (menilik pernyataan band ini akan musiknya sebagai sebuah adonan masa lampau dengan kekinian). Album Trilogi Peradaban juga dirilis dalam bentuk fisik box-set CD yang dijual dalam jumlah terbatas, yakni sebanyak 100 kopi saja.
Rilisan ini adalah sebuah rilisan yang ideal bagi Yes No Wave Music. (Wok The Rock)

CD Fonticello-Hope


Album Hope
Tahun 2009
\F/ squad Production

Tracklist

01-Hope
02-Mimpi
03-Dying
04-Asa
05-High Over Hills


dari: 
http://www.reverbnation.com/fonticello#!/page_object/page_object_bio/artist_722161

Pada umumnya di Indonesia cello lebih dikenal sebagai instrumen untuk jenis musik orkestra dan keroncong. Bagi FONTICELLO, cello itu bukan hanya sebagai pengiring, tetapi menjadikan cello lebih dari pada itu. Yaitu dapat menghadirkan nuansa musikal rock hingga instrumental sekalipun, sekaligus menepis bahwa cello adalah instrumen musik klasik yang hanya bisa bermain statis menonton dan membosankan..
FONTICELLO mengadaptasikan format band yang terdiri dari lead guitar, rythm, bass, drum. Maka FONTICELLO juga demikian, dengan format 4cello yang dibagi layaknya format band, vokal pun bisa kita terjemahkan dengan range suara cello yang luas.
Berdiri pada tahun 2004, FONTICELLO berorientasi pada musik rock, progressive rock dan pop rock. Untuk menambah kesan rock yang sarat dengan distorsi dan beat, FONTICELLO juga perform cengan drummer atau vokalis.
Dengan rasa optimis, FONTICELLO yakin mampu memberikan sebuah hal yang benar-benar baru di industri musik karena FONTICELLO adalah grup band yang pertama dengan format 4cello+drum dan satu-satunya di Indonesia juga di Asia Tenggara.
WE ARE FONTICELLO..!!